Sabtu, 20 Oktober 2012

Analisis Jurnal

Metode Riset

Tema   :  strategi keunggulan bersaing restoran siap aji

   Judul 1               : Dinamika Persaingan Mc. D dan KFC di pasar Global
  Pengarang          : Dra. Sri Lestari Prasilowati, M.A.

  Latar belakang  

        Era globalisasi menjadikan suatu peluang dan tantangan bisnis perusahaan yg beroperasi di Indonesia. salah satu perubahan besar saat ini adalah dengan adanya globalisasi yang membuat suatu produk atau usaha dengan cepat dan mudah dapat di sampaikan atau di nikmati di tempat lain. Fenomena persaingan yang ada dalam era Globalisasi akan semakin mengarahkan sistem perekonomian Indonesia kearah pasar yang memposisikan pemasar untuk selalu mengembangkan dan membuat pangsa pasar baru. Hal ini membuat persaingan di dunia bisnis menjadi sangat ketat sehingga mengharuskan para pembisnis  memaksimalkan sumber daya yang di miliki untuk membangun kekuatan bersiang.  Keunggulan bersing merupakan sesuatu yang dapat di lakukan dengan baik oleh pemasar. Salah satu kunci untuk mencapai keunggulan bersaing adalah dengan memenuhi kebutuhan konsumen tersebut yang berbeda- beda dan selalu berubah . contoh persaingan di pasar Global adalah KFC (Kentucky fried chiken) dan Mc Donald Dengan adanya perubahan gaya hidup sebagian besar masyarakat  dunia dengan kesibukannya, saat ini makanan cepat saji mampu menjadi pilihan utama bahkan menjadi daya tarik anak-anak dengan hadiah mainan , badut dan tempat bermain.


   Tujuan                  :  

Ø  Untuk mengetahui potensi keunggulan bersaing restoran siap saji
Ø  Untuk mengetahui kinerja yang di hasilkan oleh restoran siap saji
               
   Metodologi        :  

    Dalam sudut pandang pemasaran, globalisasi perusahaan yang masuk ke dalam industry global maka perusahaan tersebut harus mampu menciptakan competitive advantage dengan mengintegrasi dan meningkatkan operasionalisasi perusahaan dalam skala dunia ( Keagan and Green, 2005). Porter (1992) menyebutkan ada lima kekuatan persaingan yang harus di antisipasi dan di pahami para pengusaha yaitu :

1.       Ancaman pendatang baru
2.       Ancaman dari perusahaan yang menghasilkan produk substitusi
3.       Ancaman dari konsumen
4.       Ancaman yang dating dari supplier
5.       Ancaman dari perusahaan sejenis


McDonals merupakan restoran yang melakukan Franchising yang selain merambah seluruh Negara bagian amerika serikat juga Negara – Negara lain. Dengan adanya perubahan gaya hidup sebagian besar masyarakat  dunia dengan kesibukannya, saat ini makanan cepat saji mampu menjadi pilihan utama bahkan menjadi daya tarik anak-anak dengan hadiah mainan , badut dan tempat bermain.  Strategi yang di lakukan Mc. D adalah

1.    Think globally act locally , yaitu beradaptasi dengan cita rasa local.
2.    Menghormati religi suatu Negara, misalnya menggunakan halal meat di Negara-negara muslim, menu tanpa sapi di india, atau vegetarian food.
3.    Menggunakan bahan-bahan local untuk menekan biaya, kecuali French fries masih harus dari Amerika serikat.
4.    Berfokus pada : customer service, clean restaurant, dan reliable food.
5.    Melakukan strategi aliansi dengan perusahaan lain, seperti coca cola, Disney dan perusahaan local untuk memproduksi mainan anak-anak (misalnya di cina).
   
   Kesimpulan        : 

        Pasar internasional menjadi semakin berkaitan dan terpadu secara regional maupun global. Pengembangan produk global menjadi sangat berarti untuk mendapatkan keunggulan bersaing yang superior dalam basis yang lebih luas.
   

  
   Judul  2         : Pengaruh Kualitas Pelayanan Kepuasan Pelanggan dalam Bentuk Loyalitas                   Pelanggan
   Pengarang      : Dwi Aryani dan Febrina Rosita ( PT Human Resource Development Institute)
   
   Latar belakang            :

   Saat ini, iklim kompetisi dalam dunia perdagangan semakin terasa. Di sisi lain perubahan lingkungan yang demikian pesat semakin mendukung kompetisi yang sedang terjadi saat ini. Kepuasan pelanggan merupakan kunci dalam menciptakan loyalitas pelanggan. Banyak manfaat yang diterima oleh perusahaan dengan tercapainya tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi, yakni selain dapat meningkatkan loyalitas pelanggan tapi juga dapat mencegah terjadinya perputaran pelanggan, mengurangi sensitivitas pelanggan terhadap harga, mengurangi biaya kegagalan pemasaran, mengurangi biaya operasi yang diakibatkan oleh meningkatnya jumlah pelanggan, meningkatkan efektivitas iklan, dan meningkatkan reputasib bisnis (Fornell, 1992). Kualitas layanan mendorong pelanggan untuk komitmen kepada produk dan layanan suatu perusahaan sehingga berdampak kepada peningkatan market share suatu produk. Kualitas layanan sangat krusial dalam mempertahankan pelanggan dalam waktu yang lama. Perusahaan yang memiliki layanan yang superior akan dapat memaksimalkan performa keuangan perusahaanv (Gilbert dkk., 2004).

   Tujuan :

 ü  untuk menganalisis bagaimana kualitas pelayanan dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan

 ü  kualitas layanan mempengaruhi loyalitas baik secara langsung maupun mempengaruhi loyalitas secara tidak langsung

   metodologi        :
  
  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuanti-tatif. Berdasarkan teknik pengumpulan data dan informasi, dalam penelitian ini menggunakan dua macam data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui survei (Singarimbun dan Effendi, 1991). Alasan memilih teknik survei adalah keterbatasan waktu dan biaya, dan karakteristik responden sesuai dengan permasalahan penelitian (Malhotra, 2004).
  Dari sekian banyak restoran cepat saji di Indonesia, saat ini yang mendominasi pangsa pasar yakni Kentucky Fried Chicken (KFC). Hingga bulan Maret 2009, KFC mendominasi pangsa pasar sebesar 45%, selanjutnya disusul oleh Restoran Sederhana dan McDonald’s masing-masing sebesar 37% dan 25%.

   Sampel                        :

   Pada penelitian ini, yang menjadi target populasi adalah mahasiswa sarjana reguler dan diploma FISIP UI yang telah makan di KFC minimal 3 kali pada tahun 2009. Mahasiswa sarjana reguler dan diploma dipilih supaya memenuhi salah satu alasan kenapa memakai sampel mahasiswa yakni terbatasnya pendapatan.
   Keseluruhan populasi tidak mungkin dapat diteliti karena
  ü  keterbatasan biaya,
  ü  tenaga, dan waktu

   Kesimpulan     :
  
   Dari penelitian ini diketahui pula bahwa tidak terdapat pengaruh antara kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan pada mahasiswa FISIP UI. Hasil penelitian lain menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang kuat dan positif antara kualitas layanan KFC terhadap loyalitas pelanggan pada mahasiswa FISIP UI. Hal ini ditunjukkan oleh sebesar 91% variabel loyalitas pelanggan yang dapat dijelaskan oleh variabel kualitas layanan, sedangkan sisanya sebesar 9% dipengaruhi oleh variabel lain di luar.


Judul 3      : PENGARUH KINERJA KUALITAS PELAYANAN MELALUI SEVEN ROMANCING MOMENTS TERHADAP PEMBELIAN ULANG PADA RESTORAN HOKA HOKA BENTO CABANG SETIABUDI BANDUNG PENGARUH KINERJA KUALITAS PELAYANAN MELALUI SEVEN ROMANCING MOMENTS TERHADAP PEMBELIAN ULANG PADA RESTORAN
Pengarang      : Lili Adi Wibowo, Esti Fitria

Latar Belakang         :

              Seiring dengan tingkat ekspektasi dan persepsi pelanggan yang semakin meningkat serta tingginya intensitas persaingan bisnis restoran, maka Hoka Hoka Bento tidak bisa hanya mengandalkan variasi menu atau sistem service yang biasa saja. Hal tersebut dikarenakan semua restoran jepang memiliki produk dan fasilitas fisik yang tidak jauh berbeda. Setiap restoran dituntut untuk menggunakan aspek unique service sebagai alat bersaing yang dapat diandalkan. Menyadari kondisi tersebut, Hoka Hoka Bento menerapkan program layanan seven romancing moments.

Tujuan                       :

·         untuk memperoleh temuan mengenai kualitas pelayanan melalui seven romancing moments dan pembelian ulang pada restoran Hoka Hoka Bento cabang Setiabudi Bandung.
·         untuk menjelaskan pengaruh kinerja kualitas pelayanan melalui seven romancing moments terhadap pembelian ulang pada restoran Hoka Hoka Bento cabang Setiabudi Bandung.

   Metodologi    :

            metode deskriptif dan explanatory survey dengan pengembangan penelitian bersifat cross sectional method. Populasi penelitian berjumlah 7.210 pengunjung Hoka-Hoka Bento Cabang Setiabudi yang merupakan jumlah rata-rata kunjungan perbulan (customer dine in).

   Sampel          :

Berdasarkan teknik penarikan sampel secara simple random sampling dan menggunakan rumus Slovin diperoleh sampel sebesar 73 sampel, namun untuk meningkatkan keakuratan maka jumlah sampel yang diteliti ditambah sehingga berjumlah 100 sampel. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, penyebaran kuesioner dan studi literatur. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan path analysis dengan bantuan software komputer SPSS.
   
   Kesimpulan  :
              
              Hasil penelitian menunjukkan program layanan seven romancing moments yang terdiri dari irasshaimase mobile service, pembayaran di kasir, greeting customer di loby, menawarkan dan mengantarkan menu, take away, serta arigato gozaimatsu, memiliki kategori yang tinggi, dengan dimensi seven romancing moments yang paling tinggi pengaruhnya terhadap pembelian ialah mobile service. Pembelian ulang pada restoran Hoka Hoka Bento cabang Setiabudi Bandung secara umum berkategori cukup dengan dimensi pembelian ulang yang paling tinggi karena kepuasan terhadap pelayanan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan program layanan seven romancing moments yang dilakukan Hoka Hoka Bento melalui Irasshaimase mobile service, pembayaran di kasir, greeting customer di loby, menawarkan dan mengantarkan menu, take away, serta arigato gozaimatsu mampu mempengaruhi pembelian ulang pada restoran Hoka Hoka Bento cabang Setiabudi Bandung.




Jumat, 12 Oktober 2012

Persaingan Bisnis Franchise di Indonesia

Tugas Metode Riset


Jurnal 1

    a)    Judul               : Jurnal “Kajian Bisnis Franchise Makanan di Indonesia”
    b)    Pengarang      : Dewi Astuti

Bisnis franchise makanan di Indonesia berkembang dengan cepat. Beberapa factor yang mendorong pertumbuhannya adalah ciri-ciri franchise itu sendiri, meningkatnya daya beli, trsedianya sumber daya dengan keahlian yang dibutuhkan, return of investment yang tinggi serta factor internal seperti motivasi, kepribadian yang terbuka serta perubahan gaya hidup.

Jurnal 2

    a)    Judul                 : Jurnal “Menangkap Peluang Bisnis Franchise Makanan di Indonesia"
    b)    Pengarang      : Endang Sulistiyani

Franchise merupakan alternative jalan keluar yang relative aman bagi orang-orang untuk terjun memiliki bisnis sendiri. Bisnis franchise akan berhasil apabila franchisor dan franchise mampu secara jelas memahami dan mendefinisikan kemitraan sebagai bentuk pola kerja yang terintegrasi. Hubungan kerja franchisor dan franchise adalah sama-sama mempertahankan citra merk kepada pelanggan. Saling kebergantungan antara franchisor dan franchisee merupakan factor yang menjamin usaha franchise menjadi suatu sistem yang efektif karena salah satu pihak ingin pihak lain berhasil.

Jurnal 3

a)    Judul             :jurnal “setrategi Bersaing Franchise dengan Pendekatan Strategi Pemasaran”
b)    Pengarang   : Edy Wahyudi

Sebelum melaunching franchise, harus memperhatikan tiga dokumen penting : 1) dokumen operasi manual dalam prosedur dan proses yang di butuhkan dalam mengelola manajemen unit, 2) Kontrak franchise, 3) prospek  franchise untuk di kenal kejelasan franchise. Strategi porter focus pada biaya rendah dan diferensiasi agar bisnis franchise memperoleh keuntungan jangka panjang. Strategi kolter menjadi kombinasi dimana product, price, promotioan and place, yang jika produk jasa lebih memperhatikan personality, physical evidence, dan process agar bisnis franchise dapat meraih keunggulan kompetitifnya.

Latar Belakang :

    Fenomena yang menarik di beberapa tahun ini yakni makin tumbuh bisnis franchise makanan. Kalu kita amati saat ini banyak sekali usaha baru yang sangat kreatif menawarkan berbagai jenis produk dan jasa, misalnya usaha makanan modern.usaha makanan modern ini sudah banyak sekali kita jumpai gerainya di pusat-pusat pertokoan di jalan utama di lokasi yang strategis di tengah kota contohnya seperti Mc Donald, KFC, Pizza Hut, Dunkin Donuts dll. Franchise tidak hanya terbatas pada industri makanan siap saji, tapi semua jenis bisnis yang mungkin di franchisekan misalnya hotel, property, rumah sakit, SPA, salon, dll. Bisnis Franchise akhir- akhir ini telah menjadi salah satu trendsenter yang memberi warna baru dalam dinamika perekonomian Indonesia, munculnya peluang usaha franchise sangat signifikan.

    Dalam suatu perekonomian seorang pengusaha atau seorang produsen harus bisa merubah produksinya sehingga lebih menarik perhatian konsumen dan mampu menghadapi segala tantangan dan resiko yang akan terjadi dalam memasarkan setiap produk tersebut . seorang produsen harus mampu memproduksi barang secara efisien dalam jumlah maupun jenis sesuai dengan yang dibutuhkan setiap konsumen. Dan dalam berbisnis para pengusaha harus dapat melayani pelanggannya dengan cara yang efisien sehingga dapat memberikan keuntungan untuk kelangsungan perusahaan dalam jangka panjang

Jumat, 05 Oktober 2012

MARKETING


Marketing atau pemasaran adalah proses yang berhubungan dengan promosi penjualan barang dan jasa. Pemasaran bisa diartikan sebagai ‘proses sosialisasi dan pengaturan sehingga individu-individu dan kelompok-kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan dan menukar produk dan nilai dengan orang lain.

Pemasaran digunakan untuk menciptakan konsumen, menjaga konsumen dan memberikan kepuasan kepada konsumen. Dengan konsumen sebagai pusat aktifitas, bisa disimpulkan bahwa menejemen pemasaran adalah salah satu komponen pokok dari menejemen bisnis. Perubahan pada cara-cara pemasaran adalah disebabkan karena pematangan pasar dan kapasitas yang berlebihan pada beberapa dekade terahir. Perusahaan kemudian berpindah fokus dari produk kepada konsumen agar tetap menguntungkan.

Konsep kata marketing atau pemasaran bermakna bahwasannya pencapaian tujuan organisasi bergantung pada pengetahuan tentang kebutuhan dan keinginan target pasar dan pengiriman kepuasan-kepuasan yang diinginkan. Itu berarti bahawa dalam rangka pemenuhan tujuan-tujuan perusahaan, sebuah perusahaan harus mengantisipasi kebutuhan dan keinginan konsumen dan melayaninya dengan lebih efektif dari para saingan.

marketing terbagi dalam beberapa jenis, seperti :

 Ø  Telemarketing


          Telemarketing (kadang-kadang dikenal sebagai penjualan di dalam, atau telesales di Inggris dan Irlandia) adalah metode pemasaran langsung di mana seorang penjual mengumpulkan sejumlah calon konsumen untuk membeli produk atau jasa, baik melalui telepon atau melalui wajah setelah muka atau Penunjukan Web conferencing dijadwalkan selama panggilan berlangsung.

 Ø  Internasional Marketing

     Pemasaran Internasional (IM) atau pemasaran global merujuk kepada pemasaran dilakukan oleh perusahaan luar negeri atau di seberang perbatasan nasional. Strategi ini menggunakan ekstensi teknik yang digunakan di negara asal dari suatu perusahaan.

 Ø  Internet Marketing

      Pemasaran Internet, juga dikenal sebagai pemasaran digital, pemasaran Web, pemasaran online, pemasaran pencarian atau e-marketing, adalah pemasaran (umumnya promosi) produk atau jasa melalui Internet.Internet marketing dianggap luas dalam lingkup karena tidak hanya mengacu pada pemasaran di Internet, tetapi juga mencakup pemasaran dilakukan melalui e-mail dan media nirkabel data pelanggan Digital dan customer relationship management elektronik (eCRM).

 Ø  Turbo Marketing

  Kecepatan merupakan kekhasan untuk zaman ini.Zaman ini adalah zaman serba cepat, maka dalam situasi ekonomi yang turbulen dan tak pasti sekalipun, butuh strategi, turbo marketing.

 Ø  Word of Mouth (WOM) / Consumer to Consumer Marketing

   Dari mulut ke mulut (juga dikenal sebagai viva voce ) mengacu pada komunikasi lisan dan informasi yang lewat dari orang ke orang.


Selain jenis-jenis di atas, marketing juga ada yang legal oleh hukum di Indonesia , karena  di Indonesia orang-orang masih banyak yang awam tentang dunia marketing, karna kurangnya sosialisasi, pendidikan yang kurang berkualitas, pemikiran orang indonesia dalam perdagangan kebanyakan masih bersifat sistem barter.

di bawah ini 4 jenis marketing dan legal oleh hukum di Indonesia :

  • ·         CONVENTIONAL / TRADITIONAL MARKETING

Jenis pemasaran ini sudah sangat Familiar di Indonesia dan jenis pemmasaran ini merupakan yang terlama dan tertua setelah pemasaran secara Barter (Pemasaran Kuno).

Disini sangat sederhana pola pemasarannya, termasuk pula komponen ? komponen pendukungnya.

Contoh: Penentuan harga pokok diambil dari harga beli, ongkos ? ongkos / biaya?    biaya sampai barang tersebut siap jual, dan selanjutnya kita tentukan Profit yang kita kehendaki, sehingga tercipta harga jual => Harga pokok = Rp. A
Laba kotor = Rp. B__ +
Maka harga jual= Rp. (A+B)


  • ·         PROSPEK MARKETING

Pemasaran jenis ini adalah menjual suatu produk tertentu (tanpa wujud nyata) dan memberikan keyakinan atau memberikan jaminan pada Client / Nasabah. Bila Jatuh Tempo pada Ikatan Perjanjian antara Pihak Perusahaan dengan Pihak Client / Nasabah, maka akan direkomendasikan cair sesuai kesepakatan yang tercantum selama tidak ada Wanprestasi di salah satu pihak, dan selama Koridor dalam perjanjian tersebut tidak dilanggar.
Termasuk juga walaupun belum jatuh tempo, namun ada hal ? hal yang tercantum dalam surat perjanjian tersebut dalam surat perjanjian (terjadi sesuatu di dalam pertengahan jalan) maka azas manfaatnya dapat dinikmati dengan proses pengajuan Claim kepada PERUSAHAAN.

  • ·         MULTI LEVEL MARKETING


Adalah suatu strategi Marketing yang memanfaatkan dan mengoptimalkan kerja dari Anggota dari kelompok tertentu dimana adanya saling keterkaitan antara tenaga yang merecruit dengan tenaga yang di recruit.

Kumpulan barang yang dijual biasanya tidak dijual di pasaran umum dan tidak di displykan di counter counter penjualan barang.dan pemasaran barangnya dari anggota dan untuk anggota, dengan mengalndalkan kekuatan team / kelompok tersebut karena, karena tiap tambahan penghasilan Leader ( UPLINE ) di topang dan ditunjang dengan yang ada dibawahnya ( DOWN-LINEnya ).

  • ·         MARKETING SYSTEM 
              Strategi pemasaran disini adalah : dengan menjual barang dengan program SYSTEM Penjualan barangnya dikemas dengan SYSTEM RECUITMENT, dimana di maksudkan untuk Expansi cabang baru atau untuk mengisi cabang-cabang yang akan / atau sudah dibuka. Dan pada umumnya,perusahaan ini sudah berbentuk BADAN HUKUM sebuah PT (PERSEROAN TERBATAS ) yang sudah jelas status hukumnya, karena operasioanal dan keberadaan kantor cabangnya sudah berada di seluruh Indonesia, baik di Propinsi / kota-kota besar, maupun di Kabupaten-Kabupaten Kantor Cabangnya lebih dari satu cabang.

Pada umumnya U/menjadi Mitra di Perusahaan ini dikenakan beaya Administrasi dimana biaya tersebut akan digunakan antara lain :

- Management Training
- Seminar Pemantapan - Pelatihan
- Sistem dan pola kerja dilakukan secara berkesinambumngan dan terus menerus.

Produk yang dijual disini bersifat Umum / Universal dan selalu tersedia di Counter ?Counter penjualan atau pasaran bebas. Walaupun pola kerjanya u/ sementara berbentuk Team / kelompok kecil, namun dalam hal perolehan PENGHASILAN tak ada kewajiban antara bagi yang di Recruit u/ mensubsidi atau berbagi dengan pihak yang merecruit. Dan jenjang Karir disini jelas terarah dan tidak mengenal Like and Dislike ataupun KKN. PROFESSIONAL namun lebih mengutamakan PROFESSIONAL KERJA dan CAPABILITY dari Individu itu sendiri.


Sabtu, 23 Juni 2012

Jelaskan strategi dalam Pembangunan Nasional dari masa sesudah kemerdekaan sampai reformasi


Pembangunan Nasional merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi seluruh kehidupan masyarakat bangsa, dan negara untuk melaksanakan tugas sebagaimana yang di amanatkan dalam Undang-Undang dasar 1945, yaitu “melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia memajukan kesejahtraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta melaksanakan ketertiban dinia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial Negara”.

Pembangunan nasional dilaksanakan secara berencana, menyeluruh, terpadu, terarah, bertahap dan berlanjut untuk memicu peningkatan kemampuan nasional dalam rangka mewujudkan kehidupan yang sejajar dan sederajat dengan bangsa lain yang maju.

Berbagai macam prospek pembangunan telah dilakukan dari Orde Lama, Orde Baru hingga masa Reforasi untuk terus mendorong kesejahtraan dan kemajuan bangsa kea rah yang lebih baik, dalam hal ini pembangunan nasional juga harus dimulai dari,oleh, dan untuk rakyat, dilaksanakan diberbagai aspek kehidupan bangsa yang meliputi politik, ekonomi, sosial budaya dan aspek pertahanan keamanan.

Pembangunan nasional pada dasarnya sangat membutuhkan kesinergian antara masyarakat dan pemerintah. Masyarakat adalah pelaku utama dalam pembangunan dan pemerintah berkewajiban untuk mengarahkan, membimbing, serta menciptakan suasana yang menunjang. Kegiatan masyarakat dan kegiatan pemerintah harus saling menunjang, saling mengisi, saling melengkapi dalam memajukan masyarakat dan nasional pada umumnya.

Sejarah Perencanaan Pembangunan Indonesia

1.                   Orde Lama

Pada era Orde Lama, masa pemerintahan presiden Soekarno antara tahun 1959-1967, pembangunan dicanangkan oleh MPR Sementara (MPRS) yang menetapkan sedikitnya tiga ketetapan yang menjadi dasar perencanaan nasional.

Sekitar tahun 1960 sampai 1965  proses sistem perencanaan pembangunan mulai tersndat-sendat dengan kondisi politik yang masih sangat labil telah menyebabkan tidak cukupnya perhatian diberikan pada upaya pembangunan untuk memperbaiki kesejahtraan rakyat.

Pada masa ini perekonomian Indonesia berada pada titik yang paling suram. Persediaan beras menipis sementara pemerintah tidak memiliki kemampuan untuk mengimpor beras serta memenuhi kebutuhan pokok lainnya. Harga barang membubung tinggi, yang tercermin dari laju inflasi yang samapai 650 persen ditahun 1966. keadaan plitik tidak menentu dan terus menerus bergejolak sehingga proses pembangunan Indonesia kembali terabaikan sampai akhirnya muncul gerakan pemberontak G-30-S/PKI, dan berakir dengan tumbangnya kekuasaan presiden Soekarno.

2.                   Orde Baru

Peristiwa yang lazim disebut Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) menandai pergantian orde dari Orde Lama ke Orde Baru. Pada tanggal 1 Maret 1966 Presiden Soekarno dituntut untuk menandatangani sebuah surat yang memerintahkan pada Jenderal Soeharto untuk mengambil segala tindakan yang perlu untuk keselamatan negara dan melindungi Soekarno sebagai Presiden.  Surat yang kemudian dikenal dengan sebutan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) itu diartikan sebagai media pemberian wewenang kepada Soeharto secara penuh.

Pada masa Orde Baru pula pemerintahan menekankan stabilitas nasional dalam program politiknya dan untuk mencapai stabilitas nasional terlebih dahulu diawali dengan apa yang disebut dengan konsensus nasional.

Pada era Orde Baru ini, pemerintahan Soeharto menegaskan bahwa kerdaulatan dalam politik, berdikari dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam bidang sosial budaya. Tekad ini tidak akan bisa terwujud tanpa melakukan upaya-upaya restrukturisasi di bidang politik (menegakkan kedaulatan rakyat, menghapus feodalisme, menjaga keutuhan teritorial Indonesia serta melaksanakan politik bebas aktif), restrukturisasi di bidang ekonomi (menghilangkan ketimpangan ekonomi peninggalan sistem ekonomi kolonial, menghindarkan neokapitalisme dan neokolonialisme dalam wujudnya yang canggih, menegakkan sistem ekonomi berdikari tanpa mengingkari interdependensi global) dan restrukturisasi sosial budaya (nation and character building, berdasar Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila serta menghapuskan budaya inlander).

Pada masa ini juga proses pembangunan nasional terus digarap untuk dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dan menciptakan lapangan kerja. Pendapatan perkapita juga meningkata dibandingkan dengan masa orde lama.

Kebijakan Ekonomi Dalam Pembangunan

1. Orde Lama

Masa pemerintahan Soekarno kebijakan ekonomi pembangunan masih sangat labil, yang didera oleh berbagai persoalan antaranya pergejolakankan politik yang belum kondusif dan juga system pemerintahan yang belum baik, sehingga berdampak pada proses pengambilan kebijakan.
Masa Pasca Kemerdekaan (1945-1950)

  • Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk, antara lain disebabkan oleh :


Ø    Inflasi yang sangat tinggi, disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Pada waktu itu, untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang.
Ø    Adanya blokade ekonomi oleh Belanda sejak bulan November 1945 untuk menutup pintu perdagangan luar negeri RI.
Ø    Kas negara kosong.
Ø    Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan.

  • Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi, antara lain :


Ø    Program Pinjaman Nasional dilaksanakan oleh menteri keuangan Ir. Surachman dengan persetujuan BP-KNIP, dilakukan pada bulan Juli 1946.
Ø    Upaya menembus blokade dengan diplomasi beras ke India, mangadakan kontak dengan perusahaan swasta Amerika, dan menembus blokade Belanda di Sumatera dengan tujuan ke Singapura dan Malaysia.
Ø    Pembentukan Planning Board (Badan Perancang Ekonomi) 19 Januari 1947.

2.                   Orde Baru

Pada masa Orde Baru, pemerintah menjalankan kebijakan yang tidak mengalami perubahan terlalu signifikan selama 32 tahun. Dikarenakan pada masa itu pemerintah sukses menghadirkan suatu stablilitas politik sehingga mendukung terjadinya stabilitas ekonomi. Karena hal itulah maka pemerintah jarang sekali melakukan perubahan-perubahan kebijakan terutama dalam hal anggaran negara.

Pada masa pemerintahan Orde Baru, kebijakan ekonominya berorientasi kepada pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ekonomi tersebut didukung oleh kestabilan politik yang dijalankan oleh pemerintah. Hal tersebut dituangkan ke dalam jargon kebijakan ekonomi yang disebut dengan Trilogi Pembangungan, yaitu stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi yang stabil, dan pemerataan pembangunan.

Hal ini berhasil karena selama lebih dari 30 tahun, pemerintahan mengalami stabilitas politik sehingga menunjang stabilitas ekonomi. Kebijakan-kebijakan ekonomi pada masa itu dituangkan pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN), yang pada akhirnya selalu disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk disahkan menjadi APBN.

APBN pada masa pemerintahan Orde Baru, disusun berdasarkan asumsi-asumsi perhitungan dasar. Yaitu laju pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, harga ekspor minyak mentah Indonesia, serta nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Asumsi-asumsi dasar tersebut dijadikan sebagai ukuran fundamental ekonomi nasional. Padahal sesungguhnya, fundamental ekonomi nasional tidak didasarkan pada perhitungan hal-hal makro. Akan tetapi, lebih kearah yang bersifat mikro-ekonomi. Misalnya, masalah-masalah dalam dunia usaha, tingkat resiko yang tinggi, hingga penerapan dunia swasta dan BUMN yang baik dan bersih. Oleh karena itu pemerintah selalu dihadapkan pada kritikan yang menyatakan bahwa penetapan asumsi APBN tersebut tidaklah realistis sesuai keadaan yang terjadi.

Format APBN pada masa Orde Baru dibedakan dalam penerimaan dan pengeluaran. Penerimaan terdiri dari penerimaan rutin dan penerimaan pembangunan serta pengeluaran terdiri dari pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan. Sirkulasi anggaran dimulai pada 1 April dan berakhir pada 31 Maret tahun berikutnya. Kebijakan yang disebut tahun fiskal ini diterapkan seseuai dengan masa panen petani, sehingga menimbulkan kesan bahwa kebijakan ekonomi nasional memperhatikan petani.

APBN pada masa itu diberlakukan atas dasar kebijakan prinsip berimbang, yaitu anggaran penerimaan yang disesuaikan dengan anggaran pengeluaran sehingga terdapat jumlah yang sama antara penerimaan dan pengeluaran. Hal perimbangan tersebut sebetulnya sangat tidak mungkin, karena pada masa itu pinjaman luar negeri selalu mengalir. Pinjaman-pinjaman luar negeri inilah yang digunakan pemerintah untuk menutup anggaran yang defisit.

Jelaskan tentang perkembangan politik di berbagai Negara dan politik di Indonesia dari masa sesudah kemerdekaan sampai reformasi


Setiap negara yang berdaulat memiliki kebijakan yang mengatur hubungannya dengandunia internasional, baik dengan negara maupun komunitas intenasional lainnya. Kebijakantersebut nerupakan bagian dari politik luar negeri yang dijalankan negara dan merupakanpencerminan dari kepentingan nasionalnya.

 Indonesia sebagai sebuah negara berdaulat jugamenjalankan politik luar negeri yang senantiasa berkembang disesuaikan dengan kebutuhan.dalam negeri dan perubahan situasi internasional. Ini adalah sebiuh manuver penting sebagaibentuk power  selain ekonomi dan militer yang membuat sebuah negara diperhitungkan .

Politik luar negeri dapat diartikan sebagai strategi da taktik yang digunakan suatuNegara dalam hubungannya dengan negara-negara lain. Dalam arti luas, politik luar negeriadalah pola perilaku yang digunakan oleh suatu Negara dalam hubungannya dengan negara-negara lain. Politik luar negeri berhubungan dengan proses pembuatan keputusan untukmengikuti pilihan jalan tertentu.

Menurut buku Rencana Strategi Pelaksanaan Politik Luar Negeri  Republik  Indonesia  (1984-1988),  politik  luar  negeri  diartikan  sebagai  “suatukebijksanaan  yang  diambil  oleh  pemerintah  dalam  rangka  hubungannya  dengan  duniainternasional dalam usaha untuk mencapai tujuan nasional, atau dapat juga kita artikan bahwapolitik luar negeri adalah sebuah alat bagi negara untuk memenuhi national interestnya”.

Indonesia sebagai negara yang besar telah mengalami pasang surut dalam politik luar negerinya. Berbagai peristiwa yang mewarnai perkembangan negara ini membawa Indonesiasemakin matang dalam pengambilan keputusan untuk mencapai tujuan dari politik luar negeriitu sendiri. Indonesia sebelum kemerdekaannya, telah menggunakan diplomasi sebagai caraatau alat untuk memperoleh kemerdekaan tersebut. Bahkan, pengakuan secara de facto ataskeberadaan Indonesia bukanlah diperoleh melalui angkat senjata tetapi negosiasi yang alot dimeja perundingan. Sungguh, diplomasi telah menjadi cara utama untuk mencapai tujuan-tujuandari politik luar negeri Indonesia dengan hubungannya terhadap negara-negara lain.

Dengan semakin berkembangnya Indonesia, kebijakan politik luar negeri yang munculjuga semakin kompleks. Bagaimanapun juga, dengan perubahan-perubahan kapabilitas negaradan stabilitas politik dalam negeri memberikan pengaruh yang sangat besar demi tercapainyatujuan tersebut.

 Namun, terlihat jelas, tidak hanya dipengaruhi oleh dinamika politik domestik,Politik luar negeri Indonesia sekarang ini juga dipengaruhi oleh fenomena-fenomena yang muncul dalam hubungan internasional. Ia tidak sekedar berubah karena adanya pergantiaanOrde, dari Orde Kemerdekaan hingga Reformasi, tetapi kekuatan tersebut juga dipengaruhioleh dinamika sistem internasional itu sendiri.

Pengertian Strategi dan Tingkat Penentu Kebijakan dalam Politik Nasional


   Strategi berasal dari bahasa Yunani yaitu strategia yang artinya the art of the general atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan.
Karl von Clausewitz berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan, sedangkan perang adalah kelanjutan dari politik.

      Definisi Strategi

   Definisi strategi adalah cara untuk mencapai tujuan jangka panjang. Strategi bisnis bisa berupa perluasan geografis, diversifikasi, akusisi, pengembanganproduk, penetrasi pasar, rasionalisasi karyawan, divestasi, likuidasi dan joint venture (David, p.15,2004).
  Pengertian strategi adalah Rencana yang disatukan, luas dan berintegrasi yang menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan tantangan lingkungan, yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama dari perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi (Glueck dan Jauch,p.9,1989).

Pengertian strategi secara umum dan khusus sebagai berikut:

1. Pengertian Umum
Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.

2. Pengertian khusus
Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan.


    Tingkatan Penentu Kebijakan

  1.    Tingkat penentu kebijakan puncak
Meliputi kebijakan tertinggi yang menyeluruh secara nasional dan mencakup penentuan undang-undang dasar. Dalam hal dan keadaan yang menyangkut kekuasaan kepala negara seperti tercantum pada pasal 10 sampai 15 UUD 1945, tingkat penentu kebijakan puncak termasuk kewenangan Presiden sebagai kepala negara.

  2.    Tingkat kebijakan umum
Merupakan tingkat kebijakan di bawah tingkat kebijakan puncak, yang Iingkupnya menyeluruh nasional dan berisi mengenai masalah-masalah makro strategi guna mencapai idaman nasional dalam situasi dan kondisi tertentu.

  3.    Tingkat penentu kebijakan khusus
Merupakan kebijakan terhadap suatu bidang utama pemerintah. Kebijakan ini adalah penjabaran kebijakan umum guna merumuskan strategi, administrasi, sistem dan prosedur dalam bidang tersebut. Wewenang kebijakan khusus ini berada di tangan menteri berdasarkan kebijakan tingkat di atasnya.

  4.    Tingkat penentu kebijakan teknis
Kebijakan teknis meliputi kebijakan dalam satu sektor dari bidang utama dalam bentuk prosedur serta teknik untuk mengimplementasikan rencana, program dan kegiatan.  

  5.    Tingkat penentu kebijakan di daerah
Wewenang penentuan pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat di daerah terletak pada Gubernur dalam kedudukannya sebagai wakil pemerintah pusat di daerahnya masing-masing. Kepala daerah berwenang mengeluarkan kebijakan pemerintah daerah dengan persetujuan DPRD. Kebijakan tersebut berbentuk Peraturan Daerah (Perda) tingkat I atau II.


sumber:


http://kariinkaroon.blogspot.com/2011/05/politik-strategi-dan-penentu-kebijakan.html
http://fadhelderek.blogspot.com/2012/06/pengertian-strategi-dan-tingkat-penentu.html

Pengertian politik dan hal-hal yang berhubungan dengan politik


  • Pengertian politik

     adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional.

  • hal-hal yang berhubungan dengan politik;

>partai dan Golongan
>Hubungan Internasional

Dalam bentuk klasiknya hubungan internasional adalah hubungan antar negara, namun dalam perkembangan konsep ini bergeser untuk mencakup semua interaksi yang berlangsung lintas batas negara. Dalam bentuk klasiknya hubungan internasional diperankan hanya oleh para diplomat (dan mata-mata) selain tentara dalam medan peperangan. Sedangkan dalam konsep baru hubungan internasional, berbagai organisasi internasional, perusahaan, organisasi nirlaba, bahkan perorangan bisa menjadi aktor yang berperan penting dalam politik internasional.

  • Definisi Strategi

    adalah Strategi dalam pelaksanaan, yaitu upaya bagaimana mencapai tujuan atau sasaran yang ditetapkan sesuai dengan keinginan. Karena strategi merupakan upaya pelaksanaan, maka strategi pada hakikatnya merupakan suatu seni yang implementasinya didasari oleh intuisi, perasaan dan hasil pengalaman. Strategi juga dapat merupakan ilmu, yang langkah-langkahnya selalu berkaitan dengan data dan fakta yang ada. Seni dan ilmu digunakan sekaligus untuk membina atau mengelola sumber daya yang dimiliki dalam suatu rencana atau tindakan.
Strategi biasanya menjangkau masa depan, sehingga pada umumnya strategi disusun secara bertahap dengan memperhitungkan factor-faktor yang mempengaruhinya.

  • Tingkat penentu kebijakan dalam staratifikasi politik nasioanl;


1.Tingkat penentu kebijakan puncaka. Meliputi kebijakan tertinggi yang menyeluruh secaranasional dan mencakup penentuan undang-undangdasar. Menitikberatkan pada masalah makro politikbangsa dan negara untuk merumuskan idaman nasionalberdasarkan falsafah Pancasila dan UUD 1945.Kebijakan tingkat puncak dilakukanb oleh MPR.b. Dalam hal dan keadaan yang menyangkut kekuasaankepala negara seperti tercantum pada pasal 10 sampai15 UUD 1945, tingkat penentu kebijakan puncaktermasuk kewenangan Presiden sebagai kepala negara.Bentuk hukum dari kebijakan nasional yang ditentukanoleh kepala negata dapat berupa dekrit, peraturan ataupiagam kepala negara.

2.Tingkat kebijakan umumMerupakan tingkat kebijakan dibawah tingkat kebijakanpuncak, yang lingkupnya menyeluruh nasional dan berisimengenai masalah-masalah makro strategi guna mencapaiidaman nasional dalam situasi dan kondisi tertentu.

3.Tingkat penentu kebijakan khususMerupakan kebijakan terhadap suatu bidang utamapemerintah. Kebijakan ini adalah penjabaran kebijakanumum guna merumuskan strategi, administrasi, sistem danprosedur dalam bidang tersebut. Wewenang kebijakankhusus ini berada ditangan menteri berdasarkan kebijakantingkat diatasnya.

4.Tingkat penentu kebijakan teknisKebijakan teknis meliputi kebijakan dalam satu sektor dari bidang utama dalam bentuk prosedur serta teknik untukmengimplementasikan rencana, program dan kegiatan.

5.Tingkat penentu kebijakan di Daeraha. Wewenang penentuan pelaksanaan kebijakanpemerintah pusat di Daerah terletak pada Gubernur dalam kedudukannya sebagai wakil pemerintah pusat didaerahnya masing-masing.b. Kepala daerah berwenang mengeluarkan kebijakanpemerintah daerah dengan persetujuan DPRD. Kebijakantersebut berbentuk Peraturan Daerah (Perda) tingkat Iatau II.Menurut kebijakan yang berlaku sekarang, jabatangubernur dan bupati atau walikota dan kepala daerahtingkat I atau II disatukan dalam satu jabatan yangdisebut Gubernur/KepalaDaerah tingkat I, Bupati/KepalaDaerah tingkat II atau Walikota/Kepala Daerah tingkat II


sumber;

http://melisa07.blogspot.com/2011/05/stratifikasi-politik-nasional.html
http://burhansz-theinfanty.blogspot.com/2011/05/pengertian-politik-dan-hal2-yang.html