Tampilkan postingan dengan label TUGAS METODE RISET. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TUGAS METODE RISET. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 November 2012

PROPOSAL SKRIPSI

MENGANALISA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PERILAKU KONSUMEN DALAM MEMBELI HELM MEREK GV


BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Pada tahun 2003 dimulainya operasi pemusnahan helm yang bukan standar oleh jajaran kepolisian, ada beberapa warga Banjarmasin yang mengeluh/segan dengan penggunaan helm standar. Berbagai alasan mulai dari kepala terasa berat,tidak nyaman,tidak mendengar kalo ada yang memanggil, dan sebagainya.

Helm yang baik adalah helm yang aman dan nyaman. Biasanya helm semacam ini lulus persyaratan DOT (Departement of Transportation) atau standar transportasi Amerika Serikat. Ada juga standar-standar lain seperti untuk Eropa, Jepang, bahkan Indonesia sendiri. Apapun itu, helm yang aman adalah helm yang terbuat dari lapisan cangkang luar yang membungkus seluruh kepala dan menyisakan cukup ruang untuk melihat kedepan.Orang-orang sering menyebutnya helm full face. Juga cangkangnya harus lumanyan tebal dan anti benturan.

Helm yang aman mestinya berbanding lurus dengan tingkat kenyamanan meskipun hampir-hampir tidak ada helm yang benar-benar nyaman. Helm haruslah cukup ringan dan memungkinkan anda melihat dengan jelas, baik kala siang dan malam ataupun teruk hujan. Hindari penggunaan jenis kaca mika yang kurang bening yang mengurangi jarak pandang,terutama saat malam. Kaca yang sudah penuh dengan goresan, sebaiknya diganti. Pilihlah yng berkualitas oleh kebeningan dan tidak berefek cembung atau cekung.

Sekarang ini banyak sekali terdapat merk-merk helm yang ditawarkan kepada konsumen seperti Arai, Shoe, Nolan, dan merk helm GV yang palsu yaitu GM dan sebagainya. Dimana masing-masing merk helm tersebut berusaha untuk membuat produknya lebih unggul dibandingkan dengan merk lain. Maka kegiatan pemasaran yang baik dan tepatlah yang memegang peranan yang penting dalam menunjang kelangsungan usaha dan perkembangan suatu perusahaan. Dengan kata lain, pihak produsen harus mampu merebut hati konsumen akan hasil produksi yang dijual dan berupaya untuk memuaskan kebutuhan konsumennya.

Dalam memahami prilaku konsumen tentu tidak mudah karena konsumen mempunyai sifat yang berbeda-beda sebagaimana dari kebutuhan manusia yang tidak terbatas disamping dipengaruhi oleh kondisi eksternal dan internal lainnya yang berakibat langsung terhadap prilaku konsumen. Faktor eksternal yang dimaksud meliputi kebudayaan, sub budaya,kelas social,kelompok social, kelompok referensi, dan keluarga. Sedangkan factor internal adalah factor yang ada pada diri konsumen itu sendiri (psikologis) yang meliputi: belajar, kepribadian, dan konsep diri,serta sikap (Stanton,1996:155).

Oleh sebab itu konsumen harus dapat mengendalikan perubahan perilaku tersebut dengan berusaha mengimbanginya, yakni dengan mempengaruhi konsumen dalam membeli produk yang ditawarkan dan melalui evaluasi berkala demi kelangsungan hidup produsen itu sendiri. Tidak semua merk helm yang mampu diminati oleh sebagian besar konsumen yang ada, tetapi hanya beberapa saja.Salah satunya adalah merk GV yang menjadi pilihan konsumen khususnya mehasisiwa fakultas ekonomi UNLAM Banjarmasin.

Helm merk GV ini memiliki kualitas yang berstandar internasional yang menggunakan teknologi dari Italia. Berat helm half face idealnya 1 sampai 1,3 kg, sedangkan untuk helm full face bobotnya berkisar 1,3-1,7 kg.

Helm GV nampaknya sudah menjadi tuntutan para pengendara sepeda motor, khususnya mahasiswa. Sering dikatakan oleh para mahasiswa “Kalau naik motor helmnya harus GV kalo tidak mau di cap tidak gaul”. Melihat keadaan inilah penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai perilaku konsumen yang merupakan salah satu dasar dalam menerapkan strategi pemasaran untuk mencapai tujuan, yaitu memberikan kepuasan kepada konsumen, sehinggan diharapkan dapat membawa kepada peningkatan penjualan yang berakibat lengsung pada peningkatan pasar.


B.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka dapat diidentifikasi beberapa hal sebagai berikut :
Banyaknya merk-merk helm sepada motor yang ditawarkan oleh produsen kepada konsumen.
Helm merupakan salah satu penunjang keselamatan berkendaraan yang sangat penting.
Pentingnya memahami prilaku konsumen untuk meningkatkan penjualan.
Helm GV diminati oleh para mahasiswa Fakultas Ekonomi UNLAM.

Sehingga berdasarkan uraian di atas, maka permasalahannya dapat dirumuskan sebagai berikut :
1.Apakah faktor-faktor seperti harga, selera, kualitas, harga jual kembali, prestise dan promosi secara simultan mempengaruhi prilaku konsumen dalam membeli helm merk GV?
2.Dari factor-faktor tersebut, factor manakah yang paling dominan memberikan pengaruh terhadap prilaku konsumen terhadap pembelian helm merk GV?

C.Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah :
1.Untuk mengetahui prilaku konsumen dalam pembelian helm merk GV dilihat dari harga, selera, kualitas, harga jual kembali, prestise dan promosi.
2.Untuk mengetahui factor yang paling dominan mempengaruhi prilaku konsumen dalam pembelian helm merk GV.




D.Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.Penelitian ini diharapkan menjadi bahan pertimbangan dan masukan bagi perusahaan dalam menetapkan kebijakan dan strategi di bidang pemasaran untuk mengembangkan usaha bisnis mereka.
2.Diharapkan dapat menjadi bahan acuan bagi penelitian selanjutnya.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Landasan Teori
1.Pengertian Pemasaran
Sehubungan dengan permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini maka diperlukan adanya teori-teori atau konsep-konsep yang memerlukan penjelasan. Dalam benyak perusahaan dewasa ini, pemasaran memegang peranan sebagai suatu faktor penting untuk tetap bertahan menjalankan usaha dan bergelut dalam dunia persaingan. Pemasaran merupakan factor vital sebagai strategi pesrusahaan dalam menjalankan usahanya, yang terutama berhubungan dengan konsumen. Kata pemasaran sendiri berasal dari kata pasar, atau bias juga diartikan dengan mekanisme yang mempertemukan permintaan dan penawaran.
Menurut Kotler ( 2002 : 9 ) “Pemasaran adalah proses social yang didalamnyaa individu dan kelompok mendapatkan apa yang meraka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produks yang bernilai dengan pihak lain”.
Menurut Stanton ( 1996 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu system keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada meupun pembeli potensial”.
Menurut Lamb, Hair, Me Daniel ( 2001 : 6 ) “Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan menjalankan konsep, harga, promosi, dan sejumlah ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu memuaskan tujuan individu dan organisasi”.
Dari ketiga definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya pemasaran bukan hanya kegiatan menjual barang maupun jasa tetapi juga meliputi kegiatan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan dengan berusaha mempengaruhi konsumen untuk bersedia membeli barang dan jasa perusahaan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran produk yang bernilai. Hal ini sangat penting bagi manajer pemasaran untuk memahami tingkah laku konsumen tersebut. Sehingga perusahaan dapat mengembangkan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan produk secara lebih baik. Dengan mempelajari prilaku konsumen, manajer akan mengetahui kesempatan, mengidentifikasi, serta menentukan segmentasi pasar secara tepat dan akurat.

2.Prilaku Konsumen
Menurut Swasta ( 1992 : 9 ) “Prilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai kegiatan-kegiatan individu-individu yang secara langsung terlibat dalam memdapatkan termasuk mempergunakan barang-barang dan jasa, keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut”.
Menurut Peter J. Paul dan jerry C. Olson ( 2000 : 6 ) “Prilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kondisi prilaku dan kejadian di sekitar lingkungan di mana manusia melakukan aspek pertukaran dalam kehidupan mereka”.
Dari dua jenis definissi di atas dilihat ada dua hal penting dari prilaku konsumen yaitu proses pengembalian keputusan dan kegiatan fisik yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatlkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa secara ekonomis. Dengan kata lain prilaku konsumen adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku konsumen dalam arti tindakan-tindakan yang dilakukan untuk membeli suatu barang atau jasa tertentu.

3.Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Prilaku Pembelian Konsumen
Menurut Kotler ( 2002 : 183 ) Faktor-faktor yang mempengaruhi prilaku pembelian konsumen yaitu :
a.Faktor Kebudayaan
Kebudayaan mempunyai penaruh paling luas dan mendalam terhadap prilaku konsumen. Terdiri dari budaya, sub budaya, dan kelas social. Budaya yang merupakan karakter paling penting dari suatu social yang membedakannya dari kelompok budaya lain menjadi penentu dan keinginan dan prilaku yang paling mendasar. Masing-masing budaya terdiri dari sub budaya yang memberikan lebih banyak ciri-ciri dan sosialisasi.Sub budaya adalah suatu kelompok homogeny atas sejumlah orang yang terbagi menjadi beberapa bagian dari keseluruhan suatu budaya. Masyarakat dalam suatu budaya dan sub budaya sesungguhnya terbagi dalam strata atau kelas social. Kelas social merupakan sekelompok orang yang sama-sama mempertimbangkan secara dekat persamaan diantara mereka sendiri.

b.Faktor Sosial
Pada umumnya konsumen sering meminta pendapat dari orang sekitas dan lingkungannya tentang produk apa yang harus dibeli. Karena itulah lingkungan sosial memberikan pengaruh terhadap prilaku konsumen. Faktor Sosial terdiri dari 3 bagian, yaitu : kelompok acuan, keluarga, dan peran. Kelompok acuan adalah semua kelompok yang memilki pengaruh langsung terhadap sikap / prilaku seseorang. Dengan pendapat yang diperoleh dari suatu kelompok maka konsumen dapat membuat keputusan konsumsi. Keluarga sebagai organisasi pembelian konsumen yang paling penting juga berpengaruh secara langsung terhadap keputusan seseorang dalam membeli barang sehari-hari. Sedangkan peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan seseorang. Suatu produk atau merk dapat menggambarkan peran dan status pamakainya.

c.Faktor Pribadi
Mulai dari bayi hingga dewasa dan menjadi tua, manusia selalu membutuhkan barang dan jasa. Pilihan barang yang dibeli secara otomatis dipengaruhi oleh keadaan ekonomi dan gaya hidup yang bersangkutan. Gaya hidup adalah cara hidup seseorang yang terlihat melalui aktivitas sehari-hari, minat dan pendapat seseorang. Seseorang dengan pendapatan yang tinggi dan gaya hidup mewah tentunya akan menentukan pilihan pada barang dan jasa yang berkualitas. Selain itu kepribadian dan konsep diri juga mempengaruhi pilihan produk. Konsep diri adalah bagaimana konsumen mempresepsikan diri mereka sendiri, yang meliputi sikap, persepsi, keyakinan, dan evaluasi diri. Karena sangat berguna dalam menganalisis prilaku sonsumen sehingga banyak perusahaan menggunakan konsep yang berhubungan dengan kepribadian seseorang.

d.Faktor Psikologis
Sikap pembelian psikologis dipengaruhi oleh empat facktor psikologis utama, yaitu : motivasi, persepsi, pembelajaran dan kepercayaan. Motivasi merupakan kebutuhan yang mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Melalui motivasi proses pengamatan dan belajar seseorang memperoleh kepercayaan terhadap suatu produk yang secara otomatis mempengaruhi prilaku pembelian konsumen. Para konsumen mengembangkan beberapa kenyakinan mengenai ciri-ciri dari suatu produk dan selanjutnya akan membentuk suatu sikap konsumen terhadap produk tersebut.

4.Faktor Pribadi
Menurut Kotler ( 2002 : 204 ) tujuan pemasaran adalah memenuhi dan memuaskan kebutuhan serta keinginan pelanggan yang menjadi sasaran. Pada bidang prilaku konsumen ini mempelajari bagaimana individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, memakai, dan membuang barang , jasa, gagasan atau pengalaman dalam rangka memuasakan kebutuhan dan hasrat mereka. Para perusahaan yang cermat melakukan riset atau Quesioner atas riset atas proses keputusan pembelian yang ada dalam jenis produk mereka. Ketika membuat keputusan untuk membeli suatu produk, konsumen melewati tahap-tahap sebagai berikut :

a. Pengenalan Masalah
Proses pembelian dimulai saat pembeli mengenali sebuah masalah atau kebutuhan. Pembeli merasakan perbedaan antara keadaan aktualnya dengan keadaan yang diinginkannya. Kebutuhan umum seseorang seperti lapar, haus, saat mencapai titik tertentu dapat menjadi sebuah dorongan. Kebutuhan juga dapat ditimbulkan oleh rangsangan eksternal seperti ketika seseorang melihat iklan mobil dan ingin membelinya. Dengan mengumpulkan informasi dari sejumlah konsumen, pemasar dapat menidentifikasi rangsangan yang paling sering membengkitkan minat akan suatu jenis produk. Pemasar kemudian dapat membangkitkan strategi pemasaran yang memicu minat konsumen.

b.Pencarian Informasi
Saat seseorang mulai menyadari kebutuhannya, maka pilihan produk dan merk harus diidentifikasi untuk memenuhi kebutuhanya. Dalam mencari berbagai alternative pilihan untuk memuaskan kebutuhan, seorang konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti beberapa banyak biaya waktu, berapa banyak informasi dari masa alalu dan sumber-sumber lain yang sudah dimiliki oleh konsumen. Yang menjadi minat utama pemasar adalah sumber-sumber informasi utama yang menjadi acuan konsumen dan pengaruh relative dari tiap sumber tersebut terhadap kepuasan pembelian selanjutnya. Sewcara umum konsumen mendapatkan informasi tentang suatu produk dari sumber komersial yaitu sumber yang didominasi oleh pemasar.

c. Evaluasi Alternatif
Jika samua alternative yang wajar telah diidentifikasikan, konsumen harus mengevaluasinya satu per satu sebagai persiapan untuk mengadakan pembelian. Kriteria evaluasi yang dipakai konsumen mencakup pengalaman masa lalu dan sikap terhadap aneka merk. Konsumen juga mendengarkan tanggapan-tanggapan keluarga dan kelompok lain. Beberapa konsep dasar akan dapat membantu pemasar dalam memahami proses evaluasi konsumen. Pertama, konsumen berusaha memenuhi suatu kebutuhan. Kedua, konsumen mencari manfaat tertentu dari suatu produk. Ketiga, konsumen memandang setiap produk sebagai sekumpulan atribut dengan kemampuan yang berbeda-beda dalam memberikan manfaat yang dicari untuk memuasakan kebutuhan.

d.Keputusan Pembelian
Setelah mencari dan mengvaluasi berbagai alternative untuk memenuhi kebutuhan, konsumen pada titik tertentu harus memutuskan antara membeli atau tidak membeli, jika keputusan yang diambil adalah membeli, konsumen harus membuat rangkaian keputusan yang menyangkut merk, harga, tempat penjualan, warna, dan lain-lain.

e.Prilaku Pasca Pembelian
Saat membeli suatu produk,bagi seorang konsumen akan mengalami tingkat kepuasan dan ketidakpuasan tertentu. Perasaan konsumen setelah malakukan pembelian dapat mempengaruhi pembelian ulang dan juga ditambah dengan apa yang dikatakan oleh konsumen kepada teman atau kerabat tentang produk tersebut.Biasanya konsumen akan mengalami kecemasan purnabeli,kecemasan ini disebut disonasi kognitif purnabeli yang terjadi karena setiap alternative yang dihadapi konsumen memiliki kelebihan dan kekurangan.
Penelitian sebelumnya.


KERANGKA FIKIRAN

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan helm merk GV di Banjarmasin
|
Tanggapan terhadap Pelanggan
|
Tingkat Kepuasan Pelanggan Helm Merk GV di Banjarmasin

Penelitian sebelumnya.
Penelitian sebelumnya yang berkaitan adalah Agus Fitriadi (2003) yang meneliti tentang Analisis Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Keputusan dalam Pembelian Pada UD MIkrocom di Banjarmasin. Dari hasil penelitian diketahui bahwa variabel bebas seperti harga, kahandalan system, vga card, tampilan layar,kelengkapan multi media, pelayanan purna jual berpengaruh secara simultan terhadap keputusan konsumen dalam pembelian computer pada UD Mikrocom.Persamaan penelitian ini dengan penelitain penulis adalah sama-sama menganalisis tentang prilaku konsumen, sedangkan perbedaannya adalah pada objek penelitiannya.



Hipotesis Penelitian

a.Hipotesis I

Ho : Duduga factor-faktor seperti harga, selera, kualitas,harga jual kembali, prestise dan promosi, secara simultan tidak berpengaruh terhadap prilaku konsumen dalam pembelian hel merk GV.
Ha : Duduga factor-faktor seperti harga, selera, kualitas,harga jual kembali, prestise dan promosi, secara simultan berpengaruh terhadap prilaku konsumen dalam pembelian hel merk GV.

b.Hipotesis II
Ho : Diduga factor kualitas tidak mempunyai pengaruh dominan terhadap prilaku konsumen dalam pembelian helm merk GV pada mahasiswa Fakultas Ekonomi UNLAM.
Ha : Diduga factor kualitas mempunyai pengaruh dominan terhadap prilaku konsumen dalam pembelian helm merk GV pada mahasiswa Fakultas Ekonomi UNLAM.




BAB III
METODE PENELITIAN

A.Lokasi Penelitian
Penelitian ini mengambil lokasi pada Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dengan alamat JL. Brigjen H. Hasan Basri Banjarmasin Telp. 0511-3305116,3306654 FAX. 0511-3306654

B.Populasi dan Sampel
1.Populasi Penelitian
Populasi dalam penlitian ini adalah seluruh mahasiswa fakultas Ekonomi UNLAM yang membeli serta menggunakan helm merek GV.
2.Sampel Penelitian
Karena jumlah populasi yang terlalu besar yaitu lebih dari 100 dan keterbatasan dan, waktu, serta tenaga yang dimiliki, maka jumlah sampel yang akan diambil sebanyak 50 responden yang terdapat dalam populasi tersebut. Dimana manurut Arikunto ( 2002 : 112 ) jika populasi lebih dari 100 orang maka diambil sampai 5%-10% atau 20%-30% dari jumlah populasi. Sedangkan menurut Guildford ( 1987 : 125 ) jumlah sampel yang diambil adalah lebih besar dari persyaratan minimal sebanyak 30 responden dimana semakin besar sampel akan memberikan hasil yang lebih akurat.

C.Jenis dan Sumber Data
1.Jenis Data
Jenis data dalam penelitian ini berupa :
a.Data Kualitatif, yaitu data yang berbentuk kata, kalimat, skema, dan gambar, sepertu literature-literatur serta teori-teori yang berkaitan dengan penelitian penulis.
b.Data Kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan ( scoring ).
2.Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini berupa :
a.Data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari responden penelitian melalui wawancara dan kuesioner di lapangan.
b.Data Sekunder, yaitu data yng diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi, sudah dikumpulkan dan diolah oleh pihak lain. Biasanya sudah dalam bentuk publikasi saperti data yang diperoleh dari situasi-situasi internet dan data lainnya yang berhubungan langsung dengan objek yang diteliti.

D.Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang dipergunakan pada penelitian ini adalah :
a.Interview, yaitu suatu metode pengumpulan data dengan cara mengadakan wawancara langsung dengan responden dengan bantuan daftar pertanyaan untuk mengumpulkan data primer.
b.Kuesioner, yaitu suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis pada responden untuk menjawab.

E.Variabel penelitian
Variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah :
1.VAriabel terikat (Y) : Prilaku konsumen dalam pembelian helm merk GV di Fakultas Ekonomi UNLAM Banjarmasin.
2.Variabel bebas (X) : Harga,selera, kualitas, harga jual kembali, prestise dan promosi.
Untuk mengetahui hasil tanggapan responden terhadap variabel-veriabel penelitian maka digunakan data interval dengan skala 0-10. Sedangkan untuk mengetahui pengukuran dan interpretasi data, maka data interval dibagi menjadi 5 (lima) skor interval sebagai berikut :
0 ≤ 2 Skor 1
2,1 ≤ 4 Skor 2
4,1 ≤ 6 Skor 3
6,1 ≤ 8 Skor 4
8,1 ≤ 10 Skor 5

F.Definisi Operasional Variabel
1.Harga (X1)
Melihat tanggapan konsumen mengenai variabel harga harga helm merk GV yang ditetapkan dibandingkan dengan harga produk pesaingnya yang sejenis.
X1.1Perbandingan dengan harga pesaing
Tanggapan konsumen terhadap perbandingan harga helm merk GV dengan helm merk lain yang sejenis seperti Arai, Shoe, Nolan, dan lain-lain. Diukur dalam rupiah.
X1.2Harga yang ditetapkan
Tanggpan konsumen terhadap harga yang ditetapkan dari produk yang dbeli konsumen. Diukur dalam rupiah.
2.Selera (X2)
Gambaran produk helm GV yang diinginkan konsumen dalam memberikan kesenangan dan kepuasan. Indikatornya adalah :

X2.1Jenis Model
Penilaian konsumen terhadap berbagai tipe pilihan helm merk GV yang ditawarkan oleh produsen.
X2.2Warna
Penilaian konsumen terhadap ragam pilihan warna yang ada pada helm merk GV.
X2.3Penampilan Luar (Body)
Penilaian konsumen terhadap penampilan luar helm merk GV dibandingkan dengan produksi pesaingnya.
Ketiga indicator di atas diukur berdasarkan tingkat kesenangan dan kepuasan konsumen.
3.Kualitas (X3)
Melihat tanggapan konsumen mengenai kualitas helm merk GV.
X3.1Kenyamanan
Penilaian konsumen pada saat menggunakan helm.
X3.2Daya Tahan
Penilaian konsumen terhadap usia operasional helm merk GV yang diharapkan dalam berbagai kondisi cuaca.
4.Harga Jual Kembali (X4)
Mengetahui tanggapan konsumenterhadap harg jual kembali serta kamudahan dalam memasarkan produk yang sudah dipakai.
X6.1Harga jual kembali
Penilaian konsumen terhadap harga dari helm merk GV. Diukur dalam rupiah

X6.2Pemasaran produk purna pakai
Penilaian konsumen terhadap tingkat kemudahan pemasaran dan penerimaan dari konsumen lainnya terhadap jal merk GV purna pakai. Di ukur berdasarkan perlakuan.
5.Prestise (X5)
Nilai kebanggaan yang dirasakan seseorang akibat penggunaan suatu produk. Diukur berdasarkan tingkat kesenangan konsumen.
6.Promosi (X6)
Suatu bentuk komunikasi pemasaran seperti akivitas untuk menyebarkan informasi, mempengaruhi, membujuk konsumennya untuk membeli helm merk GV.
X6.1Tanggapan konsumen terhadap iklan helm merk GV yang disampaikan oleh pemasar. DApat diukur dri frekuensi, luas jangkauan, serta ukuran.
X6.2Hadiah
Respon konsumen terhadap sikap simpatik pamasar pada saat membeli helm GV. Diukur berdasarkan tingkat kesenangan konsumen.

G.Uji Validasi dan Rehabilitasi Instrumen Penelitian
Uji validasi dan rehabilitasi yang dilakukan dalam penelitian ini dimaksudkan agar data yang diperoleh dengan cara penyetaraan quisioner valid dan reliable.
Instrumen dikatakan valid jika mampu mengukur apa yang diingikan dan mempu mengungkapkan data yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya instrument menunjukkan sejauh mana data yang dikumpulkan tidak menyimpang dari gambaran variabel yang dimaksud ( Suharsimi Arikunto, 145 : 2002 ).

Uji validasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validasi item, yaitu menguji terhadap kualitas item-itemnya. Yaitu dengan menghitung korelasi antara setiap item dengan skor total sebagai kriteria validilitasnya.

Uji reabilitas bertujuan untuk menguji sejauh mana alat pengukur dapat dipercaya atau diandalkan. Pengukur reliabilitas dilakukan dengan menggunakan koefisien Alpha Cronbach (a). Dimana, biasanya reliabilitas minimal 0,5.

H.Teknik Analisis Data
Data yang terkumpul akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistic dengan menggunakan program SPSS,dimana rumus statistic yang digunakan adalah Linier Multiple Regression (regresi linier berganda), dimana fungsinya adalah :
Y = a + b1 . X1 + b2 .X2 + b3 . X3 + b4 . X4 + b5 . X5 + b6 . X6 + e

Fungsi tersebut menerangkan hubungan antara dua variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y), dimana :
Y : Prilaku konsumen
A : Konstanta
b1 s/d b7 : Koofesien Regresi
X1 : Harga
X2 : Selera
X3 : Kualitas
X4 : Harga Jual Kembali
X5 : Prestise
X6 : Promosi
e : Faktor ganguan


I.Uji Asumsi Klasik
a.Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas dugunakan untuk mengetahui ada tidaknya kolerasi antara variabel independent, jika terjadi kolerasi maka terdapat problem multikolonieritas. Untuk mengetahui ada tidaknya multi kolonieritas antar variabel, dapat dilihat dari Variabel Inflation (VIF) dari masing-masing variabel bebas terdapat variabel terikat. Jika nilai VIF kurang dari sepuluh dapat dinyatakan tidak terjadi multikolonieritas ( Gujarati, 1995).

b.Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual suatu pengamatan kepengamatan yang lain. Jika varian dari residual dari suatu pengamatan kepengamatan yang kain tetap, maka disebut omoskedastisitas. Dan jika varian berbeda disebut heteroskedasitas ( Santoso, Singgih, 2002 :208 ). Untuk mengetahui ada tidaknya gejala heterosskedatisitas dalam penelitian ini menggunakan metode Sperman Rank Correlation. Apabila hasil pengujian menunjukkan lebih dari α = 5% maka tidak ada heteroskedasitas.

c.Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi digunakan untuk mengetahui apakan dalam persamaan regrasi mengandung korelasi serial atau tidak diantara variabel penggangu. Menurut Singgih Santoso ( 2002 : 219 ) untuk mengetahui adanya autokorelasi digunakan uji Durbin – Watson mendekati angka 2 berarti tidak ada autokorelasi.

d.Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk mgnetahui apakah sebuah model regresi, variabel independen, variabel dependen, atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Untuk mengetahuinya digunakan uji Kolmongorov-Smirnov, menurut Singgih Santoso ( 2001 : 142 ) pedoman pengambilam keputusan dalam uji normalitas yaitu, bila nilai Sig atau signifikan lebih besar daripada 0,05 maka distribusi adalah normalitas (simetris).


DAFTAR PUSTAKA

Stanton, William J.1996. Prinsip Pemasaran (terjemahan). Edisi 7,jilid 1.Erlangga. Jakarta.
Lamb,Hair,Mc Daniel.2001. Pemasaran (terjemahan).Edisi Bahasa Indonesia,Jilid Pertama.Salemba empat.Jakarta.
Kotler, Philip.2002.Manajemen Pemasaran (terjemahan).Edisi Millenium, jilid 1.PT. Prenhallindo. Jakarta.
Enggel,Blackwell,Miniard.1994. Prilaku Konsumen (terjemahan).Edisi Enam.Jilid Pertama.Binarupa Aksara.Jakarta.
Fitriadi,Agus.2003. Analisis beberapa factor yang mempengaruhi keputusan dalam pembelian pada UD Microcom di Banjarmasin,Sripksi.Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.
Arikunto,Suharsimi.2002. Prosedur Penelitian.Edisi Revisi V.PT.Rineka Cipta.Jakarta.

Rabu, 07 November 2012

PENERAPAN METODE FORECASTING PADA PT.INDOFERMEX


BAB V
PENUTUP


5.1        Kesimpulan
      Dari uraian analisis pembahasan BAB IV, diperoleh kesimpulan sebagai      berikut :
1.       Tingkat peramalan penjualan untuk periode bulan Juli tahun 2003 berdasarkan metode yang digunakan adalah :
  1. Metode Moving Average (MA)
Volume penjualan untuk bulan Juli adalah sebesar Rp 725.388.590, MAD rata-rata sebesar Rp 26.759.502.
Dengan kisaran antara Rp 698.629.088  sampai dengan Rp 752.148.092.
  1. Metode Weight Moving Average (WMA)
Volume penjualan  untuk bulan Juli tahun 2003 adalah sebesar Rp 7243.438.154.
MAD rata-rata sebesar Rp 31.241.035.
Dengan kisaran antara Rp 693.197.119  sampai dengan Rp 755.679.189.
  1. Exponential Smoothing
Peramalan penjualan bulan Juli tahun 2003 dengan Exponential Smoothing MA (Ft(es) MA) sebesar  Rp 733.399.785 sedangkan untuk Exponential Smooting WMA (Ft(es) WMA) adalah sebesar Rp 732.715.471.
2.          Diantara kedua metode yang digunakan hasilnya berbeda dengan metode yang digunakan oleh perusahaan sehingga penulis mengambil kesimpulan bahwa forecasting yang digunakan perusahaan dengan metode Exponential Smoothing sudah tepat, karena :
             Metode Exponential Smoothing merupakan gabungan dari metode MA, dan WMA. Dan hasil peramalan penjualan metode ES lebih kecil dari kedua metode MA dan WMA dalam arti hasil peramalan perusahaan menggunakan ramalan yang terkecil karena dengan ramalan tersebut otomatis perusahaan tidak memproyeksikan labanya terlalu tinggi, sehingga laba yang diproyeksikan mendekati kenyataan.

5.2        Saran
Setelah melakukan analisis peramalan penjualan dan hasil penjualan yang diperoleh berada dibawah rata-rata, untuk itu penulis dapat memberikan beberapa saran pada PT INDOFERMEX yang munkin dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi kepentingan perusahaan yaitu :
Perusahaan lebih meningkatkan skill tenaga kerja dalam upaya peningkatan penjualan. Selain itu perusahaan harus peka terhadap permintaan konsumen dengan memperhatikan mutu produk, harga dan membina hubungan yang baik dengan para pemasok, perusahaan pensuplai. Dengan demikian kepercayaan konsumen akan tetap terjaga. Untuk itu perusahaan dapat memusatkan perhatiannya terhadap kepuasan pelanggan dengan memberikan respon yang proaktif terhadap kebutuhan konsumen.    




DAFTAR PUSTAKA

Basu Swasstha DH. Manajemen Penjualan, edisi ketiga, BPFE, Yogyakarta,1999
Sofyan Assuri, Metode dan Tehnik Peramalan , edisi kesatu , Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1994.
Sofyan Assauri, Manajemen Produksi dan Operasi, edisi revisi, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1999. 
T. Hani Handoko, Dasar – dasar Manajemen Produksi dan Operasi, edisi pertama, BPFE, Yogyakarta, 1996.


PENERAPAN METODE FORECASTING PADA PT.INDOFERMEX


BAB IV

PEMBAHASAN

4.1       Penyajian Data Penjualan Produk Ragi PT. Indofermex
Berdasarkan data penjualan produk ragi untuk periode tahun 2002 sampai dengan periode juni 2003. Selanjutnya penulis akan mencoba mengadakan analisis terhadap data periode januari-juni 2003 dengan menggunakan metode Moving Average dan Weight Moving Average guna mencapai tujuan penulisan yaitu untuk memperoleh gambaran tentang penjualan di masa yang akan datang yang akan dicapai oleh perusahaan. Sedangkan perusahaan menggunakan Metode Exponential Smoothing, sehingga dengan adanya kegiatan ini dapat diperoleh manfaat dari hasil peramalan penjualan tersebut. Data penjualan dapat dilihat pada tabel 4.1 dan tabel 4.2 :
Tabel 4.1
Data Penjualan Produk Ragi ( Rupiah )
PT. Indofermex Tahun 2002
( Wilayah Jakarta )

Bulan

Penjualan ( Rp )
Januari
820.245.000
Februari
616.200.215
Maret
740.250.400
April
612.325.000
Mei
600.702.200
Juni
580.430.092
Juli
620.550.000
Agustus
604.270.000
September
575.320.000
Oktober
700.450.000
November
690.472.000
Desember
870.826.000
       Sumber : PT. Indofermex, Tahun 2002
Tabel 4.2
Data Penjualan Produk Ragi ( Rupiah )
PT. Indofermex Januari – Juni Tahun 2003
( Wilayah Jakarta )

Bulan
Penjualan
Januari
705.600.250
Februari
628.570.000
Maret
678.320.000
April
792.115.770
Mei
630.050.000
Juni
754.000.000
                Sumber : PT. Indofermex, Tahun 2003

Data tersebut adalah data penjualan perbulan untuk semua produk ragi yang diproduksi oleh perusahaan. Untuk meramalkan besaran penjualan di masa yang akan datang digunakan  pedoman data penjualan beberapa bulan terakhir.       
Peramalan yang dilakukan adalah peramalan jangka pendek yaitu dengan menggunakan data rata-rata tiga bulan terakhir yang akan dijadikan dasar untuk mencapai peramalan yang mendekati kenyataan.  

Gambar 4.1
Grafik Penjualan Produk Ragi Per bulan
Penjualan (Rp)
792.115.770                                                                               X                                                                                                           

754.000.000                                                                                                                  X                                                                   

705.600.250                         X


678.320.000                                                             X                                   
                                                                         
630.050.000                                                                                                   X                                                                                                                  
                                                                                                                           
628.570.000                                          X

                                                                                             

       Jan            Feb         Mar              Apr            Mei            Jun                                                                                                                     
                                                                                                          Periode (per bulan)
               
Keterangan :
………………    = Rata – rata penjualan per bulan
            X             = Penjualan per bulan

 4.2      Perhitungan Peramalan Bulan Juli Tahun 2003
Dalam perhitungan ini perusahaan menggunakan metode rata – rata bergerak Moving Average, Weight Moving Average dan Exponential Smoothing.


a.       Moving Average
MA   =          Jumlah permintaan pada N periode terakhir


                  Jumlah periode yang akan digunakan dalam MA
      N = 3 bulan
Dari rumus diatas dengan menjadikan dasar rata-rata 3 bulan diperoleh hasil peramalan Moving Average untuk bulan Juli tahun 2003 adalah sebagai  berikut :
Perhitungan :
                                                   705.600.250 + 628.570.000 + 678.320.000
MA Maret 2003          =
               3
                                    =      670.830.083,3  bulatkan 670.830.083

                                                   628.570.000 + 678.320.000 +  792.115.770
MA  April 2003          =
                                                                                 3
                                    =           699.668.590

                                                   678.320.000 +  792.115.770 + 630.050.000
MA Mei  2003            =
                                                                                  3
            =       700.161.923,3 dibulatkan 700.161.923

MA Juni 2003             =             792.115.770 + 630.050.000 + 754.000.000
                                                                                 3
                                    =   725.388.590


MA Maret 2003 → Ft MA April 2003
MA April 2003  → Ft MA Mei 2003
MA Mei 2003    → Ft MA Juni 2003
MA Juni 2003   → Ft MA Juli 2003
Ket Ft = Forecasting

FtMA April 2003        = 670.830.083
FtMA Mei  2003         = 699.668.590
FtMA Juni 2003          = 700.161.923
FtMA Juli 2003           = 725.388.590
 

  MAD   =  Penjualan -  FtMA
 

  MAD   April 2003    =  792.115.770 -  670.830.083 = 121.285.687
 

  MAD   Mei  2003     = 630.050.000 – 699.668.590  =  -69.618.590
 

  MAD   Juni 2003      = 754.000.000 – 725.388.590  = 28.611.410
      S    MAD   =  121.285.687 – 69.618.590 + 28.611.410 = 80.278.507
  

Tabel 4.4
Moving Average
Tahun
Bulan
Jumlah (Rp)
MA = 3
FtMA
MAD
2003
Jan
705.600.250
-
-
-

Feb
628.570.000
-
-


Mar
678.320000
670.830.083
-


Apr
792.115.770
699.668.590
670.830.083
121.285.687

Mei
630.050.000
700.161.923
699.668.590
-69.618.590

Jun
754.000.000
725.388.590
700.161.923
28.611.410

Jul
-
-
725.388.590






80.278.507

Dari data diatas diketahui MA = 3 didapat dari penjualan rata-rata tiga bulan, FtMA merupakan Forecast dari MA, MAD didapat dari selisih antara penjualan dan FtMA, SMAD adalah jumlah keseluruhan MAD. Peramalan bulan Juli tahun 2003 adalah sebanyak Rp 705.388.590.

Pembuktian :
                                      S  ½  MAD ½
MAD rata – rata    =
                                           N – n
                          
   80.278.507
                               =            
                                             6 - 3
              
                              =     26.759.502,33 dibulatkan 26.759.502


MAD rata – rata adalah tingkat kesalahan yang mungkin terjadi dari hasil peramalan kisaran :
FtMA = ( Ft1 – MAD ) ££ ( Ft1 +  MAD )
           =  ( 725.388.590 – 26.759.502 )  £ x £ (725.388.590 + 26.759.502)
           = 698.629.088 £ x £ 752.148.092

Dari perhitungan di atas dapat diketahui bahwa kisaran hasil peramalan untuk bulan Juli tahun 2003 dengan menggunakan rata – rata bergerak 3 periode berada diantara Rp 698.629.088 sampai dengan Rp 752.148.092.

b.      Weight Moving Average
Dalam perhitungan  WMA tidak jauh berbeda dengan perhitungan MA  hanya saja dalam perhitungan WMA digunakan pembobotan ditentukan untuk MA = 3 digunakan pembobotan W 1 = 0.5, W2 = 0.3, W3 = 0.2

WMA Maret 2003  = 678.320.000 (0,5) + 628.570.000 (0,3) + 705.600.250 (0,2)
                                = 668.851.050
WMA April 2003   = 792.115.770 (0,5) + 678.320.000 (0,3) + 628.570.000 (0,2)
                                = 725.267.885
WMA Mei  2003    = 630.050.000 (0,5) + 792.115.770 (0,3) + 678.320.000 (0,2)
                                = 688.323.731
WMA Juni 2003     = 754.000.000 (0.5) + 630.050.000 (0.3) + 792.115.770 (0.2)
                                 = 724.438.154
WMA Maret 2003 → Ft WMA April 2003
WMA April 2003  → Ft WMA Mei 2003
WMA Mei 2003    → Ft WMA Juni 2003
WMA Juni 2003   → Ft WMA Juli 2003
Ket Ft = Forecasting
FtWMA Maret 2003 = 668.851.050
FtWMA Mei    2003 = 725.267.885
FtWMA Juni    2003 = 688.323.731
FtWMA Juli     2003 = 724.438.154
 

  MAD   =  Penjualan -  FtWMA
 

  MAD   =  April 2003  =  792.115.770 – 668.851.050 = 123.264.720
 

  MAD   = Mei    2003  =  630.050.000 – 725.267.885 = - 95.217.885
 

  MAD   = Juni    2003  = 754.000.000 – 688.323.731  = 65.676.269


              S    MAD      =  123.264.720  + (- 95.217.885) + 65.676.269
=  93.723.104


Tabel 4.5
Weight Moving Average

Tahun
Triwulan
Jumlah (Rp)
WMA = 3
FtWMA
MAD
2003
Jan
705.600.250
-
-
-

Feb
628.570.000
-
-
-

Mar
678.320000
668.851.050
-
-

Apr
792.115.770
725.267.885
668.851.050
123.264.720

Mei
630.050.000
688.323.731
725.267.885
-95.217.885

Jun
754.000000
724.438.154
688.323.731
65.676.269

Jul


724.438.154






93.723.104



Peramalan bulan Juli tahun 2003 dengan metode WMA sebesar Rp 724.438.154
Pembuktian :
MAD rata-rata    =      S MAD


                                       N – n

                            =          93.723.104


                                                6 - 3

                            =         31.241.034,67 dibulatkan 31.241.035

Kisaran :
Ft(WMA) = (Ft1 – MAD) £ x £ (Ft1 - MAD)
                 = (724.438.154 – 31.241.035) £ x £ (724.438.154 + 31.241.035)
                 = 693.197.119  £ x £  755.679.189

Kisaran peramalan yang menggunakan metode WMA (Wieght Moving Average) berada diantara Rp 693.197.119 sampai dengan Rp 755.679.189 dengan hasil peramalan sebesar Rp 724.438.154.

c.       Exponential Smoothing
Exponential Smoothing adalah metode peramalan rata-rata bergerak yang melakukan pertimbangan data masa lalu dengan cara eksponensial sehingga data paling akhir mempunyai bobot atau timbangan lebih besar dalam rata-rata bergerak.
Peramalan dengan menggunakan data dari MA maupun WMA, Exponential Smoothing dapat dicari dengan rumus sebagai berikut :



Ft(es) MA       =  Ft1 + a (AT – 1) – ( Ft1)
Ft(es) WMA    =  Ft1a (AT – 1) – ( Ft1)

 Sehingga peramalan dengan Exponential Smoothing untuk bulan Juli tahun 2003 adalah sebagai berikut :

Tabel 4.6
Exponential Smoothing (MA)

Tahun
Triwulan
Jumlah (Rp)
MA = 3
FtMA
MAD
2003
Jan
705.600.250
-
-
-

Feb
628.570.000
-
-
-

Mar
678.320000
670.830.083
-
-

Apr
792.115.770
699.668.590
670.830.083
121.285.687

Mei
630.050.000
700.161.923
699.668.590
-69.618.590

Jun
754.000.000
725.388.590
700.161.923
28.611.410

Jul
-
-
725.388.590






80.278.507



a   =          2          =           2         =     0,28          
               n + 1                 6 + 1

maka Exponential Smoothing untuk MA adalah  :
Ft(es) MA = Ft1 + a (At1) – (Ft1)
                  = 725.388.590 + 0,28 (754.000.000 – 725.388.590)
                  = 733.399.784,8 dibulatkan 733.399.785
Sedangkan untuk WMA adalah :
Tabel 4.7
Exponential Smoothing (WMA)

Tahun
Triwulan
Jumlah (Rp)
WMA = 3
FtWMA
MAD
2003
Jan
705.600.250
-
-
-

Feb
628.570.000
-
-
-

Mar
678.320000
668.851.050
-
-

Apr
792.115.770
725.267.885
668.851.050
123.264.720

Mei
630.050.000
688.323.731
725.267.885
-95.217.885

Jun
754.000000
724.438.154
688.323.731
65.676.269

Jul


724.438.154






93.723.104

Sehingga Exponential Smoothingnya adalah :
Ft(es) WMA    =   Ft1 + a (At1) – (Ft1)
                         =   724.438.154 + 0,28 (754.000.000 – 724.438.154)
                         =   732.715.470,9  dibulatkan  732.715.471


Diantara kedua metode yang digunakan hasilnya berbeda dengan metode yang digunakan oleh perusahaan sehingga penulis mengambil kesimpulan bahwa forecasting yang digunakan perusahaan dengan metode Exponential Smoothing sangat tepat, karena :
1.   Metode Exponential Smoothing (ES) merupakan gabungan dari metode Moving Average dan Weight Moving Average.
2.      Hasil peramalan penjualan dari metode Exponential Smoothing lebih kecil dari kedua metode Moving Average dan Weight Moving Average dalam arti hasil peramalan perusahaan menggunakan ramalan yang terkecil karena dengan ramalan tersebut, otomatis perusahaan tidak memproyeksikan labanya terlalu tinggi sehingga laba yang diproyeksikan mendekati kenyataan.