Selasa, 06 November 2012

PENERAPAN METODE FORECASTING PADA PT.INDOFERMEX


BAB II
LANDASAN TEORI


2.1              Pengertian Penjualan
Menurut EC. Widjayono Moestadjab (1991), Penjualan adalah memberikan sesuatu dengan mendapatkan sebuah ganti yang berupa uang atau dengan kata lain hanya meliputi kegiatan pemindahan hak atas sesuatu produk dari penjualan kepada pembeli.
Menurut Basu Swastha DH dalam buku manajemen penjualan (1999:hal 8), Penjualan adalah ilmu dan seni mempengaruhi pribadi yang dilakukan oleh penjual untuk mengajak orang lain untuk membeli barang atau jasa yang ditawarkannya. 

2.2       Peramalan Penjualan

Peramalan penjualan adalah bagian yang penting bagi suatu perusahaan. Berikut ini adalah berbagai macam pengertian  peramalan dikemukakan oleh :
            Menurut Gunawan Adi Saputro dan Marwan Asri (1996: 148) : “Peramalan adalah suatu cara untuk mengukur dan menaksir kondisi bisnis dimasa mendatang”.  
Menurut Suad Husnan dan Suwarsono (1994: 40) : “Peramalan adalah usaha untuk mengetahui permintaan jumlah produk”.
Dengan uraian di atas dapat diperoleh kesimpulan bahwa Peramalan merupakan suatu usaha untuk melihat situasi dan kondisi dengan memperkirakan kondisi yang berlaku terhadap perkembangan dimasa yang akan datang.

2.3       Tujuan Peramalan
      Tujuan dari peramalan adalah :
a.       Untuk menetukan kebijaksanaan dalam persoalan penyusunan anggaran.
b.        Untuk pengawasan dalam persediaan.
c.         Untuk membantu kegiatan perencanaan dan pengawasan produksi.
d.        Untuk pengawasan pembelanjaan.
e.       Untuk penyusunan kebijaksanaan yang efektif dan efisien.

2.4       Jenis Peramalan
Pada umumnya peramalan dapat dibedakan dari beberapa segi, tergantung dari cara melihatnya. Apabila dilihat dari sifat penyusunannya, maka peramalan dapat dibedakan atas dua macam, yaitu :
1.             Peramalan yang bersifat subjektif
Peramalan yang berdasarkan atas perasaan atau intuisi dari orang yang menyusunnya. Dalam hal ini pandangan dari orang yang menyusunnya sangat menentukan baik tidaknya hasil peramalan tersebut.
2.             Peramalan yang bersifat objektif
Yaitu peramalan yang didasarkan atas data yang relevan pada masa yang lalu, dengan menggunakan tehnik-tehnik dan model dalam menganalisa data tersebut.
      Disamping itu jika dilihat dari jangka waktu peramalan yang disusun, maka peramalan dapat dibedakan atas dua macam yaitu :
1.             Peramalan Jangka Panjang
         Yaitu peramalan yang dilakukan untuk menyusun hasil ramalan, yang jangka waktunya lebih dari setengah tahun atau tiga semester.
2.             Peramalan jangka Pendek
         Yaitu peramalan yang dilakukan untuk menyusun hasil ramalan dalam jangka waktu kurang dari setengah tahun.
Berdasarkan sifat peramalan yang telah disusun, maka peramalan dapat dibedakan atas dua macam :
1.             Peramalan kualitatif
         Yaitu peramalan yang disusun atas data kualitatif paada masa lalu hasil peramalan yang dibuat sangat tergantung pada orang yang menyusunnya. Hal ini penting karena hasil peramalan tersebut ditentukan berdasarkan pemikiran yang bersifat intuisi.
2.             Peramalan Kuantitatif
         Yaitu peramalan yang didasarkan atas data kuantitatif pada masa lalu. Hasil peramalan dimuat tergantung pada metode yang dipergunakan dalam peramalan tersebut. Dengan metode yang bebeda akan diperoleh hasil peramalan yang berbeda, adapun yang perlu diperhatikan dari penggunaan metode-metode tersebut adalah baik tidaknya metode yang digunakan, sangat ditentukan oleh perbedaan penyimpangan antara hasil peramalan dari kenyataan yang terjadi. Metode yang baik adalah metode yang memberikan nilai-nilai perbedaan atau penyimpangan sekecil mungkin.

Peramalan Kuantitatif dapat digunakan apabila terjadi tiga kondisi sebagai berikut :
a.       Adanya informasi tentang keadaan lain.
b.       Informasi tersebut dapat dikuantitatifkan dalam bentuk data.
c.       Dapat diasumsikan bahwa pola yang lalu akan berkelanjuatan pada masa yang akan datang.

2.5          Tehnik Dan Metode Peramalan

Dalam pemilihan tehnik dan metode peramalan, pertama kita perlu mengetahui  ciri-ciri penting yang perlu diperhatikan bagi pengambil keputusan dan analisa keadaan, dalam mempersiapkan peramalan.
Ada enam ciri utama yang perlu diperhatikan , yaitu :
1.             Horizon Waktu (Time Horizon)
         Periode waktu selama suatu keputusan atau analisa akan mempunyai pengaruh, dan waktu itu manajer harus merencanakan dan memperhitungkan pengaruh-pengaruh pemilihan tehnik dan metode yang tepat. Horizon waktu umumnya dapat dibagi dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
2.             Tingkat perincian (Level of Detail).
         Tugas-tugas dalam pengambilan keputusan pada umumnya dibagi-bagi (untuk memudahkan penanganannya menurut tingkat perincian yang dibutuhkan)
3.             Jumlah Produk.
         Dalam keadaan dimana keputusan atau analisa yang dibuat mengenai berbagai produk perusahaan, hendaklah ada usaha pengembangan. Secara efektif atas aturan-aturan pengambilan keputusan yang sederhana, yang dapat diaplikasikan secara mekanisme untuk masing-masing produk.
4.             Biaya. 
         Umumnya ada empat unsur biaya yang mencakup suatu prosedur peramalan, yaitu biaya-biaya pengembangan, penyimpangan data, operasi pelaksanaan dan kesempatan dalam penggunaan tehnik dan metode lain.
5.             Ketepatan.
         Tingkat ketepatan yang dibutuhkan sangat erat hubungannya dengan tingkat perinciaan yang dibutuhkan oleh suatu peramalan. Untuk beberapa pengambilan keputusan mengharapkan variasi-variasi atau penyimpangan atas ramalan yang dilakukan antara 10% sampai dengan 15% bagi maksud-maksud yang mereka harapkan.

2.6          Tehnik  Perkiraan  Dengan  Mengunakan  Metode Deret Waktu

Metode  Deret  Waktu  biasanya  dipakai  untuk menganalisis pola permintaan   masa  lalu  dan  memproyeksikannya  untuk  masa  depan. Dasar perhitungan  prakiraan  deret  waktu  ini  ialah  menghitung besar  setiap  komponen  berdasarkan  data  massa  lalu.  Asumsi  dasar  yang  dipakai  dalam  metode  ini ialah   bahwa  pola  permintaan  dapat  dibagi menjadi beberapa  komponen  yaitu tingkat  rata-rata  (average  level), kecenderungan  (trend), musiman  (seasonality), siklus (Cycle) dan  kesalahan  (error).

   

2.7          Metode  Rata-Rata  Bergerak

Metode  ini  merupakan  metode  yang  termudah  dalam  teknik  peramalan  deret  waktu  kita  mengasumsikan  bahwa komponen  acak  tidak  terdapat  pola  musiman, trend,  atau  komponen  siklus  pada   data  permintaan  pada  saat  ini. Moving  average  ialah  suatu  titik  peramalan  dengan  mengkonsumsikan  data  dari  beberapa  periode  terbaru  atau  terakhir  dari  data  tersebut  dijadikan  data  peramalan   untuk  periode  yang  akan  datang.
a.       Rumus  rata-rata  bergerak (Moving  average)

    Jumlah  Permintaan  Pada  N  Periode  Terakhir   
MA  =      ________________________________________
      Jumlah  periode  yang  akan  digunakan  dalam  MA

Ket : N periode = 3 bulan
MA = 3

Dasar  perhitungan   metode  ini  ialah  nilai  rata-rata  dari  beberapa  bulan/tahun  secara  berturut-turut  sehingga  diperoleh  nilai  rata-rata  bergerak  secara  teratur  atas  dasar  jumlah  tahun  tertentu.

Contoh  soal :
Diketahui  data  penjualan  untuk  tahun  95, 96, 97, 98  dan  99  secara    berturut-turut  ialah  180, 250, 200, 195, dan 180.
Berapa  MA  untuk  periode  pertama ?
Jawab :
           Jumlah permintaan pada N periode terakhir
MA   =            ______________________________________   
                  Jumlah periode yang akan digunakan dalam MA


     180 + 250 + 200
MA   =  ______________________
                            3

MA   =      210

MAD (Mean Absolut Deviation )
Perhitungan perkiraan kesalahan peramalan (Forecasting), perkiraan kesalahan ini mempunyai beberapa manfaat, yaitu :
1.             Untuk mendapatkan persediaan yang aman sehingga tidak terjadi stock out (tidak adanya persediaan).
2.             Untuk memantau pengamatan permintaan yang tidak menentu atau bernilai ekstrim, sehingga dapat dikendalikan dengan baik dan dapat dikeluarkan dari data apabila diperlukan.
3.             Untuk menentukan apakah metode peramalan ini tidak dipakai lagi dan memerlukan perbaikan.

Rumus Mean Absolut Deviation (MAD)

                             n
                             S ( Nilai Peramalan - Nilai Nyata )
                             I = 1
MAD     =        __________________________________
                                                    N

N : Merupakan jumlah periode

Contoh soal :
Diketahui nilai peramalan = 210 ; nilai nyata = 195 ; N = 1
MAD = 210 – 195 = 15
b.   Rata-rata Bergerak Tertimbang /Terbobot (Weight Moving Average)
Disamping metode rata-rata bergerak sederhana kita mengenal metode rata-rata tertimbang (Weight Moving Average) dimana pada setiap elemen data kita dapat memberikan bobot. Dengan cara ini nilai-nilai yang akhir dapat diberikan bobot lebih keras.
Rumus Rata-rata Bergerak Tertimbang/Terbobot (Weight Moving Average )

WMA = ( data penjualan terakhir x bobot ke –1) + ( Data x sampai bobot terakhir ).                       


Contoh soal  :
Diketahui WI = 40%, W2 = 30%, W3 = 20%, W4 = 10%
Data penjualan nyata untuk bulan ke-1 =100, ke-2 = 90, ke-3 = 105, dan
ke-4 = 95
Berapa F5 ?

Jawab :
F5 =  0,40(95) + 0,30(105) + 0,20(90) +0,10(100)
F5 =  38 + 31,5 + 18 + 10
F5 = 97,5

c.    Pemulusan Eksponensial (Eksponensial Smoothing).      
Pemulusan eksponensial adalah suatu tehnik peramalan rata-rata bergerak yang melakukan pertimbangan terhadap data masa lalu dengan cara eksponensial sehingga data paling akhir mempunyai bobot atau timbangan lebih besar dalam rata-rata bergerak. Dengan pemulusan eksponensial sederhana forecasting dilakukan dengan cara ramalan periode terakhir ditambah porsi perbedaan  (disebut Alpha) antara permintaan periode terakhir dengan peramalan periode terakhir.
Rumus Pemulusan Eksponensial (Eksponensial Smoothing)
Ft = Ft1a ( At1) – (Ft1 )

Keterangan  :
Ft        =  Ramalan untuk periode sekarang (t)
Ft1     =  Ramalan yang dibuat untuk periode terakhir (t-1)
a           =  Smoothing constant
At1    =  Permintaan nyata peeriode teakhir

                                                   2
                      a   =             __________
                                              n   +  1

Nilai  a yang terendah terutama cocok bila permintaan produk perubahan yang stabil tetapi variasi acak adalah tinggi, sedangkan yang tinggi berguna dimana sesungguhnya cenderung terjadi karena lebih respontif terhadap fluktuasi permintaan.

Contoh soal :
Diketahui Ft1 = 1,050 unit; At1 = 1000 unit ;  a = 0,50
Hit : Ft ?
Jawab :
Ft= Ft1 + a (At1) – (Ft1)
Ft = 1.050 + 0,05(1000-1050)
Ft = 1.047,5

PENERAPAN METODE FORECASTING PADA PT.INDOFERMEX



BAB I
PENDAHULUAN


1.1       Latar Belakang Masalah

Kemajuan dunia usaha dewasa ini begitu pesat maju dan berkembang, sehingga harus ada suatu upaya untuk mencari cara baru atau strategi yang baik untuk menghadapi kemajuan dunia usaha tersebut. Suatu perusahaan umumnya adalah penghasil suatu produk, baik berupa barang atau jasa, yang tentunya harus dipasarkan dan dijual kepada konsumen. Oleh karena itu semua perusahaan membutuhkan pimpinan yang mampu untuk dapat menetapkan keputusan yang tepat dalam menghadapi masa depan. Salah satu hal yang penting adalah memperkirakan atau meramalkan hasil penjualan
PT INDOFERMEX sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang usaha industri ragi roti, selama ini kebutuhan ragi di Indonesia di import dari luar negri dalam jumlah yang cukup banyak, hal ini dikarenakan tidak adanya ragi di Indonesia, dengan adanya produksi ragi dalam negeri ini diharapkan tidak perlu lagi mengimport ragi dari luar negeri, selain itu harga produksi ragi dalam negeri lebih murah dengan mutu yang terjamin. Dengan latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk membahas masalah peramalan penjualan dengan mengambil  judul : “PENERAPAN METODE FORECASTING PADA PT.INDOFERMEX”

1.2       Perumusan  Masalah
Berdasarkan penjelasan di atas, maka permasalahan yang dijadikan bahan penyusunan penulisan ilmiah ini adalah berapa jumlah produk yang diramalkan akan terjual, oleh sebab itu perlu dilihat perkembangan penjualan produk ragi setiap bulan.


1.3       Pembatasan Masalah
Dalam penulisan ini penulis membatasi masalah  dengan melakukan peramalan penjualan untuk periode bulan Juli tahun 2003. Berdasarkan metode peramalan dengan pendekatan time series yaitu moving average, weight moving average, dan exponential smoothing. Data yang digunakan dari bulan Januari sampai dengan Juni tahun 2003 pada PT INDOFERMEX.

1.4       Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penulisan yang hendak dicapai dalam penyusunan penulisan ilmiah adalah :
1.       Untuk mengetahui hasil peramalan volume penjualan produk ragi pada bulan Juli tahun 2003 pada PT INDOFERMEX.
2.       Untuk mengetahui dengan menggunakan metode apa yang paling baik digunakan antara moving average, weight moving average dan exponential smoothing.

1.5.      Metode Penelitian
Pengumpulan data yang dilakukan dalam penulisan ilmiah ini menggunakan dua cara yaitu :
a.       Studi kepustakaan  (Library Research)
Yaitu pengumpulan data dilakukan dengan mempelajari buku–buku acuan referensi untuk mendapatkan teori-teori yang digunakan dalam penulisan ini.
b.       Studi lapangan  (Field Research)
Yaitu pengumpulan data diperoleh langsung dari PT INDOFERMEX.


1.6.      Sistematika Penulisan.
Sistematika penulisan ilmiah ini dibagi dalam lima bab :
Bab I    :  Pendahuluan.
Pada bab ini dijelaskan latar belakang penulisan, perumusan masalah, pembatasan masalah, tujuan penelitian, metode penelitian, serta sistematika pembahasan penulisan ilmiah.
Bab II  :  Landasan Teori.
Pada bab ini dijelaskan mengenai teori–teori yang digunakan yang sesuai dengan pokok bahasan penulisan ilmiah yang meliputi : pengertian penjualan, pengertian peramalan, jenis peramalan, tehnik dan metode peramalan, tehnik perkiraan dengan menggunakan metode deret waktu, dan metode rata – rata bergerak.
Bab III :  Tinjauan Umum Perusahaan.
Pada bab ini dijelaskan mengenai sejarah singkat berdirinya perusahaan serta perkembangannya, struktur organisasi perusahaan, kegiatan usaha perusahaan.
Bab IV :  Pembahasan.
Pada bab ini dibahas penyajian data penjualan ragi PT INDOFERMEX, perhitungan peramalan bulan Juli tahun 2003.
Bab V  :  Penutup.
Mengemukakan kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan permasalahan yang telah dibahas pada bab sebelumnya.

Minggu, 21 Oktober 2012

BAB 1

Metode Riset
Tema   : strategi kepuasan pelanggan terhadap kinerja

Judul    :Persaingan kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan pada restoran siap saji

Bab 1

1.1 Latar belakang

            Dalam suatu perekonomian saat ini, seorang pengusaha atau seorang produsen harus bisa merubah produksinya agar lebih menarik perhatian konsumen dan mampu menghadapi segala tantangan dan resiko yang akan terjadi dalam memasarkan setiap produk tersebut . seorang produsen harus mampu memproduksi barang secara efisien dalam jumlah maupun jenis sesuai dengan yang dibutuhkan setiap konsumen. dalam berbisnis para pengusaha harus dapat melayani pelanggannya dengan cara yang efisien sehinga dapat memberikan keuntungan untuk kelangsungan perusahaan dalam jangka panjang.
Persaingan industry makanan cepat saji saat ini mengalami peningkatan, hal ini dapat di lihat dari banyaknya restoran cepat saji yang bermunculan untuk memenuhi kebutuhan pokok konsumen seperti makanan dan minuman. Mereka berlomba untuk menarik konsumennya dengan berbagai cara, seperti keanekaragaman produk yang di jual, pelayanan yang di berikan serta dalam hal penetapan harga, yaitu dengan memberikan diskon pada waktu-waktu tertentu. Namun demikian tidak semua konsumen mudah tergiur oleh penawaran produsen, mereka cendrung setia pada merek yang sudah lama mereka kenal. Pelayanan yang kurang tepat dan menyenangkan, seperti salah memberikan pesanan, pelayanan yang kurang ramah, dan sebagainya.

1.2 Masalah dan Tujuan

Berdasarkan latar belakang di atas yang menjadi perhatian adalah
 Ø  Bagaimana memberikan pelayanan agar menguntungkan bagi perusahaan
 Ø  Merubah produk untuk menarik pelanggan
 Ø  Untuk mengetahui pengaruh kegiatan pemasaran terhadap keputusan pembeli

Tujuan penulisan ini adalah untuk bagaimana seorang produsen menciptakan atau memproduksi sesuai dengan kebutuhan setiap konsumen


1.3 Sistematika Penulisan

Bab 1 Pendahuluan: Latar Belakang, Batasan Masalah, Tujuan, Metode Penelitian, Sistematika Penulisan.
Bab  2 Kerangka Teori, Studi Kelayakan, Kajian Penelitian Sejenis, Alat Analisis.
Bab 3 Data dan Profil Objek Penelitian,  Hasil Penelitian dan Analisis, Rangkuman Hasil Penelitian
Bab 4 Profil produk, analisis regresi, analisis dan pmbahasan
Bab 5 Kesimpulan


Sabtu, 20 Oktober 2012

Analisis Jurnal

Metode Riset

Tema   :  strategi keunggulan bersaing restoran siap aji

   Judul 1               : Dinamika Persaingan Mc. D dan KFC di pasar Global
  Pengarang          : Dra. Sri Lestari Prasilowati, M.A.

  Latar belakang  

        Era globalisasi menjadikan suatu peluang dan tantangan bisnis perusahaan yg beroperasi di Indonesia. salah satu perubahan besar saat ini adalah dengan adanya globalisasi yang membuat suatu produk atau usaha dengan cepat dan mudah dapat di sampaikan atau di nikmati di tempat lain. Fenomena persaingan yang ada dalam era Globalisasi akan semakin mengarahkan sistem perekonomian Indonesia kearah pasar yang memposisikan pemasar untuk selalu mengembangkan dan membuat pangsa pasar baru. Hal ini membuat persaingan di dunia bisnis menjadi sangat ketat sehingga mengharuskan para pembisnis  memaksimalkan sumber daya yang di miliki untuk membangun kekuatan bersiang.  Keunggulan bersing merupakan sesuatu yang dapat di lakukan dengan baik oleh pemasar. Salah satu kunci untuk mencapai keunggulan bersaing adalah dengan memenuhi kebutuhan konsumen tersebut yang berbeda- beda dan selalu berubah . contoh persaingan di pasar Global adalah KFC (Kentucky fried chiken) dan Mc Donald Dengan adanya perubahan gaya hidup sebagian besar masyarakat  dunia dengan kesibukannya, saat ini makanan cepat saji mampu menjadi pilihan utama bahkan menjadi daya tarik anak-anak dengan hadiah mainan , badut dan tempat bermain.


   Tujuan                  :  

Ø  Untuk mengetahui potensi keunggulan bersaing restoran siap saji
Ø  Untuk mengetahui kinerja yang di hasilkan oleh restoran siap saji
               
   Metodologi        :  

    Dalam sudut pandang pemasaran, globalisasi perusahaan yang masuk ke dalam industry global maka perusahaan tersebut harus mampu menciptakan competitive advantage dengan mengintegrasi dan meningkatkan operasionalisasi perusahaan dalam skala dunia ( Keagan and Green, 2005). Porter (1992) menyebutkan ada lima kekuatan persaingan yang harus di antisipasi dan di pahami para pengusaha yaitu :

1.       Ancaman pendatang baru
2.       Ancaman dari perusahaan yang menghasilkan produk substitusi
3.       Ancaman dari konsumen
4.       Ancaman yang dating dari supplier
5.       Ancaman dari perusahaan sejenis


McDonals merupakan restoran yang melakukan Franchising yang selain merambah seluruh Negara bagian amerika serikat juga Negara – Negara lain. Dengan adanya perubahan gaya hidup sebagian besar masyarakat  dunia dengan kesibukannya, saat ini makanan cepat saji mampu menjadi pilihan utama bahkan menjadi daya tarik anak-anak dengan hadiah mainan , badut dan tempat bermain.  Strategi yang di lakukan Mc. D adalah

1.    Think globally act locally , yaitu beradaptasi dengan cita rasa local.
2.    Menghormati religi suatu Negara, misalnya menggunakan halal meat di Negara-negara muslim, menu tanpa sapi di india, atau vegetarian food.
3.    Menggunakan bahan-bahan local untuk menekan biaya, kecuali French fries masih harus dari Amerika serikat.
4.    Berfokus pada : customer service, clean restaurant, dan reliable food.
5.    Melakukan strategi aliansi dengan perusahaan lain, seperti coca cola, Disney dan perusahaan local untuk memproduksi mainan anak-anak (misalnya di cina).
   
   Kesimpulan        : 

        Pasar internasional menjadi semakin berkaitan dan terpadu secara regional maupun global. Pengembangan produk global menjadi sangat berarti untuk mendapatkan keunggulan bersaing yang superior dalam basis yang lebih luas.
   

  
   Judul  2         : Pengaruh Kualitas Pelayanan Kepuasan Pelanggan dalam Bentuk Loyalitas                   Pelanggan
   Pengarang      : Dwi Aryani dan Febrina Rosita ( PT Human Resource Development Institute)
   
   Latar belakang            :

   Saat ini, iklim kompetisi dalam dunia perdagangan semakin terasa. Di sisi lain perubahan lingkungan yang demikian pesat semakin mendukung kompetisi yang sedang terjadi saat ini. Kepuasan pelanggan merupakan kunci dalam menciptakan loyalitas pelanggan. Banyak manfaat yang diterima oleh perusahaan dengan tercapainya tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi, yakni selain dapat meningkatkan loyalitas pelanggan tapi juga dapat mencegah terjadinya perputaran pelanggan, mengurangi sensitivitas pelanggan terhadap harga, mengurangi biaya kegagalan pemasaran, mengurangi biaya operasi yang diakibatkan oleh meningkatnya jumlah pelanggan, meningkatkan efektivitas iklan, dan meningkatkan reputasib bisnis (Fornell, 1992). Kualitas layanan mendorong pelanggan untuk komitmen kepada produk dan layanan suatu perusahaan sehingga berdampak kepada peningkatan market share suatu produk. Kualitas layanan sangat krusial dalam mempertahankan pelanggan dalam waktu yang lama. Perusahaan yang memiliki layanan yang superior akan dapat memaksimalkan performa keuangan perusahaanv (Gilbert dkk., 2004).

   Tujuan :

 ü  untuk menganalisis bagaimana kualitas pelayanan dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan

 ü  kualitas layanan mempengaruhi loyalitas baik secara langsung maupun mempengaruhi loyalitas secara tidak langsung

   metodologi        :
  
  Penelitian ini menggunakan pendekatan kuanti-tatif. Berdasarkan teknik pengumpulan data dan informasi, dalam penelitian ini menggunakan dua macam data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui survei (Singarimbun dan Effendi, 1991). Alasan memilih teknik survei adalah keterbatasan waktu dan biaya, dan karakteristik responden sesuai dengan permasalahan penelitian (Malhotra, 2004).
  Dari sekian banyak restoran cepat saji di Indonesia, saat ini yang mendominasi pangsa pasar yakni Kentucky Fried Chicken (KFC). Hingga bulan Maret 2009, KFC mendominasi pangsa pasar sebesar 45%, selanjutnya disusul oleh Restoran Sederhana dan McDonald’s masing-masing sebesar 37% dan 25%.

   Sampel                        :

   Pada penelitian ini, yang menjadi target populasi adalah mahasiswa sarjana reguler dan diploma FISIP UI yang telah makan di KFC minimal 3 kali pada tahun 2009. Mahasiswa sarjana reguler dan diploma dipilih supaya memenuhi salah satu alasan kenapa memakai sampel mahasiswa yakni terbatasnya pendapatan.
   Keseluruhan populasi tidak mungkin dapat diteliti karena
  ü  keterbatasan biaya,
  ü  tenaga, dan waktu

   Kesimpulan     :
  
   Dari penelitian ini diketahui pula bahwa tidak terdapat pengaruh antara kualitas layanan terhadap loyalitas pelanggan pada mahasiswa FISIP UI. Hasil penelitian lain menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang kuat dan positif antara kualitas layanan KFC terhadap loyalitas pelanggan pada mahasiswa FISIP UI. Hal ini ditunjukkan oleh sebesar 91% variabel loyalitas pelanggan yang dapat dijelaskan oleh variabel kualitas layanan, sedangkan sisanya sebesar 9% dipengaruhi oleh variabel lain di luar.


Judul 3      : PENGARUH KINERJA KUALITAS PELAYANAN MELALUI SEVEN ROMANCING MOMENTS TERHADAP PEMBELIAN ULANG PADA RESTORAN HOKA HOKA BENTO CABANG SETIABUDI BANDUNG PENGARUH KINERJA KUALITAS PELAYANAN MELALUI SEVEN ROMANCING MOMENTS TERHADAP PEMBELIAN ULANG PADA RESTORAN
Pengarang      : Lili Adi Wibowo, Esti Fitria

Latar Belakang         :

              Seiring dengan tingkat ekspektasi dan persepsi pelanggan yang semakin meningkat serta tingginya intensitas persaingan bisnis restoran, maka Hoka Hoka Bento tidak bisa hanya mengandalkan variasi menu atau sistem service yang biasa saja. Hal tersebut dikarenakan semua restoran jepang memiliki produk dan fasilitas fisik yang tidak jauh berbeda. Setiap restoran dituntut untuk menggunakan aspek unique service sebagai alat bersaing yang dapat diandalkan. Menyadari kondisi tersebut, Hoka Hoka Bento menerapkan program layanan seven romancing moments.

Tujuan                       :

·         untuk memperoleh temuan mengenai kualitas pelayanan melalui seven romancing moments dan pembelian ulang pada restoran Hoka Hoka Bento cabang Setiabudi Bandung.
·         untuk menjelaskan pengaruh kinerja kualitas pelayanan melalui seven romancing moments terhadap pembelian ulang pada restoran Hoka Hoka Bento cabang Setiabudi Bandung.

   Metodologi    :

            metode deskriptif dan explanatory survey dengan pengembangan penelitian bersifat cross sectional method. Populasi penelitian berjumlah 7.210 pengunjung Hoka-Hoka Bento Cabang Setiabudi yang merupakan jumlah rata-rata kunjungan perbulan (customer dine in).

   Sampel          :

Berdasarkan teknik penarikan sampel secara simple random sampling dan menggunakan rumus Slovin diperoleh sampel sebesar 73 sampel, namun untuk meningkatkan keakuratan maka jumlah sampel yang diteliti ditambah sehingga berjumlah 100 sampel. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, penyebaran kuesioner dan studi literatur. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan path analysis dengan bantuan software komputer SPSS.
   
   Kesimpulan  :
              
              Hasil penelitian menunjukkan program layanan seven romancing moments yang terdiri dari irasshaimase mobile service, pembayaran di kasir, greeting customer di loby, menawarkan dan mengantarkan menu, take away, serta arigato gozaimatsu, memiliki kategori yang tinggi, dengan dimensi seven romancing moments yang paling tinggi pengaruhnya terhadap pembelian ialah mobile service. Pembelian ulang pada restoran Hoka Hoka Bento cabang Setiabudi Bandung secara umum berkategori cukup dengan dimensi pembelian ulang yang paling tinggi karena kepuasan terhadap pelayanan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan program layanan seven romancing moments yang dilakukan Hoka Hoka Bento melalui Irasshaimase mobile service, pembayaran di kasir, greeting customer di loby, menawarkan dan mengantarkan menu, take away, serta arigato gozaimatsu mampu mempengaruhi pembelian ulang pada restoran Hoka Hoka Bento cabang Setiabudi Bandung.




Jumat, 12 Oktober 2012

Persaingan Bisnis Franchise di Indonesia

Tugas Metode Riset


Jurnal 1

    a)    Judul               : Jurnal “Kajian Bisnis Franchise Makanan di Indonesia”
    b)    Pengarang      : Dewi Astuti

Bisnis franchise makanan di Indonesia berkembang dengan cepat. Beberapa factor yang mendorong pertumbuhannya adalah ciri-ciri franchise itu sendiri, meningkatnya daya beli, trsedianya sumber daya dengan keahlian yang dibutuhkan, return of investment yang tinggi serta factor internal seperti motivasi, kepribadian yang terbuka serta perubahan gaya hidup.

Jurnal 2

    a)    Judul                 : Jurnal “Menangkap Peluang Bisnis Franchise Makanan di Indonesia"
    b)    Pengarang      : Endang Sulistiyani

Franchise merupakan alternative jalan keluar yang relative aman bagi orang-orang untuk terjun memiliki bisnis sendiri. Bisnis franchise akan berhasil apabila franchisor dan franchise mampu secara jelas memahami dan mendefinisikan kemitraan sebagai bentuk pola kerja yang terintegrasi. Hubungan kerja franchisor dan franchise adalah sama-sama mempertahankan citra merk kepada pelanggan. Saling kebergantungan antara franchisor dan franchisee merupakan factor yang menjamin usaha franchise menjadi suatu sistem yang efektif karena salah satu pihak ingin pihak lain berhasil.

Jurnal 3

a)    Judul             :jurnal “setrategi Bersaing Franchise dengan Pendekatan Strategi Pemasaran”
b)    Pengarang   : Edy Wahyudi

Sebelum melaunching franchise, harus memperhatikan tiga dokumen penting : 1) dokumen operasi manual dalam prosedur dan proses yang di butuhkan dalam mengelola manajemen unit, 2) Kontrak franchise, 3) prospek  franchise untuk di kenal kejelasan franchise. Strategi porter focus pada biaya rendah dan diferensiasi agar bisnis franchise memperoleh keuntungan jangka panjang. Strategi kolter menjadi kombinasi dimana product, price, promotioan and place, yang jika produk jasa lebih memperhatikan personality, physical evidence, dan process agar bisnis franchise dapat meraih keunggulan kompetitifnya.

Latar Belakang :

    Fenomena yang menarik di beberapa tahun ini yakni makin tumbuh bisnis franchise makanan. Kalu kita amati saat ini banyak sekali usaha baru yang sangat kreatif menawarkan berbagai jenis produk dan jasa, misalnya usaha makanan modern.usaha makanan modern ini sudah banyak sekali kita jumpai gerainya di pusat-pusat pertokoan di jalan utama di lokasi yang strategis di tengah kota contohnya seperti Mc Donald, KFC, Pizza Hut, Dunkin Donuts dll. Franchise tidak hanya terbatas pada industri makanan siap saji, tapi semua jenis bisnis yang mungkin di franchisekan misalnya hotel, property, rumah sakit, SPA, salon, dll. Bisnis Franchise akhir- akhir ini telah menjadi salah satu trendsenter yang memberi warna baru dalam dinamika perekonomian Indonesia, munculnya peluang usaha franchise sangat signifikan.

    Dalam suatu perekonomian seorang pengusaha atau seorang produsen harus bisa merubah produksinya sehingga lebih menarik perhatian konsumen dan mampu menghadapi segala tantangan dan resiko yang akan terjadi dalam memasarkan setiap produk tersebut . seorang produsen harus mampu memproduksi barang secara efisien dalam jumlah maupun jenis sesuai dengan yang dibutuhkan setiap konsumen. Dan dalam berbisnis para pengusaha harus dapat melayani pelanggannya dengan cara yang efisien sehingga dapat memberikan keuntungan untuk kelangsungan perusahaan dalam jangka panjang

Jumat, 05 Oktober 2012

MARKETING


Marketing atau pemasaran adalah proses yang berhubungan dengan promosi penjualan barang dan jasa. Pemasaran bisa diartikan sebagai ‘proses sosialisasi dan pengaturan sehingga individu-individu dan kelompok-kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan dan menukar produk dan nilai dengan orang lain.

Pemasaran digunakan untuk menciptakan konsumen, menjaga konsumen dan memberikan kepuasan kepada konsumen. Dengan konsumen sebagai pusat aktifitas, bisa disimpulkan bahwa menejemen pemasaran adalah salah satu komponen pokok dari menejemen bisnis. Perubahan pada cara-cara pemasaran adalah disebabkan karena pematangan pasar dan kapasitas yang berlebihan pada beberapa dekade terahir. Perusahaan kemudian berpindah fokus dari produk kepada konsumen agar tetap menguntungkan.

Konsep kata marketing atau pemasaran bermakna bahwasannya pencapaian tujuan organisasi bergantung pada pengetahuan tentang kebutuhan dan keinginan target pasar dan pengiriman kepuasan-kepuasan yang diinginkan. Itu berarti bahawa dalam rangka pemenuhan tujuan-tujuan perusahaan, sebuah perusahaan harus mengantisipasi kebutuhan dan keinginan konsumen dan melayaninya dengan lebih efektif dari para saingan.

marketing terbagi dalam beberapa jenis, seperti :

 Ø  Telemarketing


          Telemarketing (kadang-kadang dikenal sebagai penjualan di dalam, atau telesales di Inggris dan Irlandia) adalah metode pemasaran langsung di mana seorang penjual mengumpulkan sejumlah calon konsumen untuk membeli produk atau jasa, baik melalui telepon atau melalui wajah setelah muka atau Penunjukan Web conferencing dijadwalkan selama panggilan berlangsung.

 Ø  Internasional Marketing

     Pemasaran Internasional (IM) atau pemasaran global merujuk kepada pemasaran dilakukan oleh perusahaan luar negeri atau di seberang perbatasan nasional. Strategi ini menggunakan ekstensi teknik yang digunakan di negara asal dari suatu perusahaan.

 Ø  Internet Marketing

      Pemasaran Internet, juga dikenal sebagai pemasaran digital, pemasaran Web, pemasaran online, pemasaran pencarian atau e-marketing, adalah pemasaran (umumnya promosi) produk atau jasa melalui Internet.Internet marketing dianggap luas dalam lingkup karena tidak hanya mengacu pada pemasaran di Internet, tetapi juga mencakup pemasaran dilakukan melalui e-mail dan media nirkabel data pelanggan Digital dan customer relationship management elektronik (eCRM).

 Ø  Turbo Marketing

  Kecepatan merupakan kekhasan untuk zaman ini.Zaman ini adalah zaman serba cepat, maka dalam situasi ekonomi yang turbulen dan tak pasti sekalipun, butuh strategi, turbo marketing.

 Ø  Word of Mouth (WOM) / Consumer to Consumer Marketing

   Dari mulut ke mulut (juga dikenal sebagai viva voce ) mengacu pada komunikasi lisan dan informasi yang lewat dari orang ke orang.


Selain jenis-jenis di atas, marketing juga ada yang legal oleh hukum di Indonesia , karena  di Indonesia orang-orang masih banyak yang awam tentang dunia marketing, karna kurangnya sosialisasi, pendidikan yang kurang berkualitas, pemikiran orang indonesia dalam perdagangan kebanyakan masih bersifat sistem barter.

di bawah ini 4 jenis marketing dan legal oleh hukum di Indonesia :

  • ·         CONVENTIONAL / TRADITIONAL MARKETING

Jenis pemasaran ini sudah sangat Familiar di Indonesia dan jenis pemmasaran ini merupakan yang terlama dan tertua setelah pemasaran secara Barter (Pemasaran Kuno).

Disini sangat sederhana pola pemasarannya, termasuk pula komponen ? komponen pendukungnya.

Contoh: Penentuan harga pokok diambil dari harga beli, ongkos ? ongkos / biaya?    biaya sampai barang tersebut siap jual, dan selanjutnya kita tentukan Profit yang kita kehendaki, sehingga tercipta harga jual => Harga pokok = Rp. A
Laba kotor = Rp. B__ +
Maka harga jual= Rp. (A+B)


  • ·         PROSPEK MARKETING

Pemasaran jenis ini adalah menjual suatu produk tertentu (tanpa wujud nyata) dan memberikan keyakinan atau memberikan jaminan pada Client / Nasabah. Bila Jatuh Tempo pada Ikatan Perjanjian antara Pihak Perusahaan dengan Pihak Client / Nasabah, maka akan direkomendasikan cair sesuai kesepakatan yang tercantum selama tidak ada Wanprestasi di salah satu pihak, dan selama Koridor dalam perjanjian tersebut tidak dilanggar.
Termasuk juga walaupun belum jatuh tempo, namun ada hal ? hal yang tercantum dalam surat perjanjian tersebut dalam surat perjanjian (terjadi sesuatu di dalam pertengahan jalan) maka azas manfaatnya dapat dinikmati dengan proses pengajuan Claim kepada PERUSAHAAN.

  • ·         MULTI LEVEL MARKETING


Adalah suatu strategi Marketing yang memanfaatkan dan mengoptimalkan kerja dari Anggota dari kelompok tertentu dimana adanya saling keterkaitan antara tenaga yang merecruit dengan tenaga yang di recruit.

Kumpulan barang yang dijual biasanya tidak dijual di pasaran umum dan tidak di displykan di counter counter penjualan barang.dan pemasaran barangnya dari anggota dan untuk anggota, dengan mengalndalkan kekuatan team / kelompok tersebut karena, karena tiap tambahan penghasilan Leader ( UPLINE ) di topang dan ditunjang dengan yang ada dibawahnya ( DOWN-LINEnya ).

  • ·         MARKETING SYSTEM 
              Strategi pemasaran disini adalah : dengan menjual barang dengan program SYSTEM Penjualan barangnya dikemas dengan SYSTEM RECUITMENT, dimana di maksudkan untuk Expansi cabang baru atau untuk mengisi cabang-cabang yang akan / atau sudah dibuka. Dan pada umumnya,perusahaan ini sudah berbentuk BADAN HUKUM sebuah PT (PERSEROAN TERBATAS ) yang sudah jelas status hukumnya, karena operasioanal dan keberadaan kantor cabangnya sudah berada di seluruh Indonesia, baik di Propinsi / kota-kota besar, maupun di Kabupaten-Kabupaten Kantor Cabangnya lebih dari satu cabang.

Pada umumnya U/menjadi Mitra di Perusahaan ini dikenakan beaya Administrasi dimana biaya tersebut akan digunakan antara lain :

- Management Training
- Seminar Pemantapan - Pelatihan
- Sistem dan pola kerja dilakukan secara berkesinambumngan dan terus menerus.

Produk yang dijual disini bersifat Umum / Universal dan selalu tersedia di Counter ?Counter penjualan atau pasaran bebas. Walaupun pola kerjanya u/ sementara berbentuk Team / kelompok kecil, namun dalam hal perolehan PENGHASILAN tak ada kewajiban antara bagi yang di Recruit u/ mensubsidi atau berbagi dengan pihak yang merecruit. Dan jenjang Karir disini jelas terarah dan tidak mengenal Like and Dislike ataupun KKN. PROFESSIONAL namun lebih mengutamakan PROFESSIONAL KERJA dan CAPABILITY dari Individu itu sendiri.