Rabu, 07 November 2012

PENERAPAN METODE FORECASTING PADA PT.INDOFERMEX

BAB III

TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

3.1       Sejarah Singkat Perusahaan

PT Indofermex didirikan berdasarkan akte notaris E. Pondang di Jakarta dengan keputusan Menteri Kehakiman tanggal 21 desember 1976, Nomor A.5/590/cy. dengan nomor akte 963 – 1976. Perusahaan ini begerak dibidang usaha industri ragi roti (yeast).
PT Indofermex pada awal berdirinya dimaksudkan adalah untuk memasok kebutuhan ragi (yeast) ke industri roti, yang selama ini telah berkembang dan terus bertambah jumlahnya di Indonesia. Selama ini kebutuhan ragi (yeast) di Indonesia di import dari luar negeri dalam jumlah yang cukup banyak. Hal ini dikarenakan tidak adanya ragi (yeast) di Indonesia.
Selain alasan di atas, perusahaan melihat adanya alasan-alasan lain, sehingga didirikan perusahaan ragi di Indonesia.
Alasan-alasan tersebut adalah :
1.             Dengan adanya produksi ragi (yeast) dalam negeri ini, diharapkan tidak perlu lagi mengimport ragi (yeast) dari luar negeri dalam jumlah yang banyak. Hal tersebut dapat menguntungkan karena pengeluaran devisa dapat dihemat, selain itu harga produksi ragi (yeast) dalam negeri lebih murah dengan mutu yang terjamin. Dengan adanya ragi (yeast) produk dalam negeri ini diharapkan ketergantungan perusahaan–perusahaan roti dalam negeri terhadap ragi (yeast) import (luar negeri) perlahan-lahan dapat dihilangkan atau ditiadakan sama sekali. Sehingga ragi (yeast) produk dalam negeri dapat terus berkembang dengan mutu yang tetap terjamin.
2.             Dengan didirikannya perusahaan tersebut, diharapkan juga dapat mengurangi tingkat pengangguran di Indonesia.
3.             Juga sebagai persiapan untuk masa yang akan datang, apabila terjadi embargo ekonomi terhadap negara kita, kita dapat memenuhi kebutuhan ragi (yeast) tanpa adanya ketergantungan dari pihak luar.

Dalam rangka menjalankan usahanya perusahaan berusaha semaksimal mungkin menata sumber daya yang dimiliki perusahaan, faktor sumber daya manusia yang tersedia kiranya memegang peranan penting dalam perusahaan. Hal ini terlihat dari jumlah karyawan yang ada, yang pada saat pendirian berjumlah 100 (seratus) orang karyawan, kini terus bertambah menjadi kurang lebih 400 (empat ratus) orang karyawan.
Hal ini tentu menjadi pertimbangan bagi kemajuan usaha perusahaan. Adapun fungsi dari jumlah karyawan yang tersedia dewasa ini adalah membantu perusahaan dalam bidang pemasaran. Penjualan, transaksi dengan mitra kerja dan menyebarluaskan  produksi yang dihasilkan perusahaan.
Dalam menjalankan usahanya perusahaan tentunya membutuhkan lokasi pabrik dan kantor yang Refore Sensatit untuk tempat usahanya. Oleh karena itu lokasi untuk pabrik ditempatkan di daerah depok. Hal ini dengan alasan :
1.             Merupakan daerah yang cukup jauh dari keramaian pemukiman sehingga cocok untuk suatu industri ragi (yeast).
2.             Memungkinkan dampak-dampak polusi lebih mudah diatasi, baik itu polusi udara, suara atau polusi yang lainnya, karena cukup jauhnya dari pemukiman.

Sedangkan untuk kantor pusat berkedudukan di Jalan Wijaya No. 7, Jakarta.

3.2       Struktur Organisasi Perusahaan
            Struktur organisasi adalah merupakan salah satu unsur dari proses manajemen perusahaan, yang merupakan suatu cara mengarahkan dan memberikan pedoman bagi para karyawan dalam melaksanakan tugasnya sehari–hari sesuai dengan tanggung jawab masing–masing.
Struktur organisasi adalah merupakan proses formal pengolahan organisasi perusahaan, yang berhubungan dengan pembagian kerja, tanggung jawab, penetapan mekanisme kerja, koordinasi dan penilaian prestasi yang mendukung aktivitas perusahaan.
Pembentukan suatu struktur organisasi yang sistematis jelas dan terperinci adalah merupakan kebutuhan bagi perusahaan. Dimana dalam suatu susunan  bagan organisasi tersebut dijelaskan tentang rincian tugas, wewenang, tanggung jawab, koordinasi dan hubungan atasan bawahan.
Bila suatu perusahaan bertambah besar, maka persoalan mengenai struktur organisasinya semakin kompleks, hal ini sesuai dengan kebutuhan dan kemauan manajemen perusahaan itu sendiri.
Melihat struktur yang digunakan oleh PT Indofermex maka bentuk organisasinya adalah menganut hubungan organisasi garis dan staff, yaitu di dalam perusahaan terdapat hubungan yang tegas antara rentang kendali antara atasan dan bawahan. Pola organisasi garis mengatur secara tegas hubungan antara atasan dan bawahan. Sedangkan hubungan staff adalah hubungan atas dasar kebutuhan dan kepentingan organisasi.
Pola hubungan organisasi garis pada PT Indofermex adalah hubungan antara general manager dengan para manajemen masing-masing bagian. Sedangkan hubungan staff perusahaan yang jelas terlihat yaitu pada hubungan antara manufacturing manajer yang membawahi bagian security, transportasi, production, maintenance (perawatan mesin) dimana ke empat bagian itu adalah merupakan hubungan staff.
Untuk membantu kelancaran kerja dalam rangka pelaksanaan seluruh kegiatan, tugas pokok organisasi, maka pelimpahan tugas secara langsung dipegang dan dikendalikan pada pimpinan tertinggi, atau masing-masing manajer maupun kepala unit yang bertanggung jawab secara penuh. Untuk lebih jelasnya maka akan diuraikan tentang rincian tugas dan pembagian wewenag serta tanggung jawab dari masing-masing bagian, yaag sesuai dengan struktur yang ada pada PT Indofermex.

Keterangan :
1.             Perusahaan dipimpin oleh suatu dewan pimpinan (Board of Directors).
         Yang menetapkan pokok-pokok kebijaksanaan yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan seluruh kegiatan dan aktivitas perusahaan.
2.             Dalam kegiatan sehari-hari perusahaan ini dipimpin oleh general manajer yang bertanggung jawab kepada dewan pimpinan (Board of Directors).
General Manajer bertugas :
-          Membuat rencana tahunan perusahaan.
-          Mengawasi dan memimpin kegiatan perusahaan yang didelegasikan kepada para manajer dan bagian-bagiannya.
3.             Secretary
         Adalah tenaga staff untuk membantu general manajer dalam kegiatan administrasi, kesekretariatan dan jadwal kegiatan sehari-hari.
4.             Devisi Penagihan (Credit Devision)
         Adalah bagian yang bertugas melakukan penagihan terhadap pembeli atau langganan yang membeli barang secara kredit.
5.             Divisi Akuntansi (Accounting Division)
         Adalah bagian yang bertugas melakukan pengolahan administrasi keuangan perusahaan, bidang/divisi ini terbagi dalam 3 bidang :
a.       Bidang pengolahan data keuangan.
b.       Bidang keuangan.
c.       Bidang pembukuan.
6.             Divisi Pabrik (Manufacturing Division)
         Adalah bertanggung jawab terhadap aktivitas yang terjadi di dalam pabrik, dalam tugasnya dibantu oleh :
a.       Pimpinan Keamanan (Security)
      Bertugas menjamin keamanan pabrik.


b.       Pimpinan pengangkutan
Bertugas dan bertanggung jawab terhadap kelancaran pengangkutan barang dari pabrik ke konsumen.
c.       Pimpinan Produksi
      Bertanggung jawab terhadap jalannya kegiatan produksi yang dibantu atau membawahi 3 supervisor dimana masing-masing supervisor mengawasi unit kerja :
n   Unit pengepakan.
n   Unit pengeringan.
n   Unit permentasi.
d.      Pemeliharaan
Bertanggung jawab terhadap perawatan dan pemeliharaan mesin-mesin pabrik, membawahi bagian-bagian :
n   Diesel.
n   Bagian pengelasan.
n   Kebersihan gedung.
7.             Divisi Pembelian.
         Bertanggung jawab terhadap jenis pembelian untuk keperluan perusahaan.
8.             Divisi Pemasaran (Marketing Division)
         Bertanggung jawab terhadap menjalankan kegiatannya membawahi langsung :
n   Bagian Bakery.
n   Bagian Non Bakery.

Selain itu manajer pemasaran membawahi 2 cabang pemasaran, dimana masing-masing cabang pemasaran membawahi bagian-bagian sebagai berikut :
n   Bagian Salesman.
n   Bagian Pengiriman Order.
n   Bagian Pengiriman Barang.

3.3       Bidang Usaha Dan Hasil Produksi

Ruang lingkup usaha perusahaan akan menunjukkan dibidang mana perusahaan itu bergerak. Hal ini akan memudahkan perusahaan mengadakan penentuan segmen pasar mana yang akan dimasukinya. Berdasarkan sifatnya, organisasi perusahaan pada dasarnya dibagi menjadi 5 jenis bidang usaha yaitu :
1.             Agraris.
         Yaitu perusahaan yang bergerak pada sumber produk yang berasal dari alam, maupun barang yang diperoleh dari pengolahan alam, seperti : pertanian, perkebunan, perikanan dan lain-lain.
2.             Ekstraktif.
Bidang usaha ekstraktif adalah mengolah sumber daya alam sebagai bahan baku menjadi bahan jadi, yaitu dengan cara melepaskan barang dari ikatan di mana barang itu berada atau memperoleh hasil dari dalam bumi seperti mineral, hasil bumi, minyak dan gas alam.
3.             Perdagangan
         Usaha perdagangan atau niaga adalah suatu proses usaha memberikan barang, menjual kembali, memberikan pelayanan, menyimpan dan mendistribusikan.
4.             Industri.
         Perusahaan Industri adalah usaha pengolahan bahan baku menjadi bahan jadi yang siap dikonsumsi industri adalah sekelompok usaha yang mengolah input menjadi output dengan dasar manfaat tertentu.
5.             Pemberi Jasa.
         Usaha Pemberian jasa adalah usaha pemberian jasa pelayanan dengan cara memberikan jasa pelayanan dengan cara memberikan kemudahan para pemakai dan pengguna jasa, seperti jasa angkutan, lembaga keuangan dan asuransi.

Berdasarkan pembagian jenis usaha di atas, maka PT Indofermex adalah perusahaan yang bergerak dibidang usaha  industri yaitu usaha industri ragi roti (yeast) untuk kebutuhan konsumsi perusahaan-perusahaan  roti.
Adapun beberapa jenis produksi ragi yang dihasilkan oleh PT Indofermex yaitu :
1.             Ragi basah (Compressed Yeast)
         Jenis ragi ini adalah suatu ragi yang harus tetap dingin (fresh) dalam pengiriman maupun dalam penyimpanan harus dalam keadaan dingin.
2.             Active Dried Yeast.
         Jenis ragi ini berwadah dalam kaleng yang hampa udara, bila sampai terjadi kebocoran, daya aktifnya akan hilang.
3.             Instant Dried Yeast.
         Jenis ragi ini, berbentuk bungkusan atau package, keadaannya harus tetap keras, yaitu harus tetap dalam keadaan hampa udara (air light). Jika ada kebocoran, bungkusan tersebut akan menjadi kempes sehingga daya aktifnya juga akan hilang. Ragi (Yeast) tersebut bahan mentahnya berasal dari tetes tebu yang disebut molasses, yaitu cairan kental yang merupakan produk sampingan dari pabrik gula.

Adapun proses produksi atau pembuatan ragi (Yeast) tersebut adalah sebagai berikut : Molasses yang merupakan cairan kental itu mula-mula dimasukan ke dalam tabung I, di sini molasses diolah untuk beberapa waktu. Setelah diolah, kemudian dialirkan ke dalam waktu. Setelah diolah, kemudian dialirkan ke dalam tabung II yang merupakan proses pemanasan  dari molasses tersebut, baru kemudian disalurkan ke dalam tangki dingin, di sini molasses diolah bersama-sama dengan bibit ragi serta campurannya, hasil olahan tersebut berupa adonan dari ragi yang dimaksud. Adonan ini kemudian disalurkan melalui suatu pipa sambil disaring. Air saringan dibuang ke tempat pembuangan yang telah tersedia dan hasil endapan dari adonan yang telah tersaring ditampung dalam tampung V. Setelah itu baru hasil endapan ini dimasukkan ke dalam mesin untuk dipotong-potong dan dicetak menurut ukuran standard yang telah ditentukan.
Dari ketiga macam ragi di atas, perbandingan hasil yang dapat diperoleh adalah sebagai berikut :
Dari 10 ton ragi basah yang dikeringkan akan menjadi 5 ton active dried yeast dan untuk memperoleh instant dried yeast, dari 10 ton ragi basah yang telah dikeringkan menjadi 5 ton active dried yeast itu kemudian ditambah dengan bahan-bahan kimia, maka akan diperoleh 5 ton instant dried yeast.
Sebenarnya fungsi atau kegunaan dari ketiga macam ragi tersebut adalah sama. Perbedaannya hanya terletak pada harga dan cara pemakaiannya  saja, yaitu :
n  Untuk jenis ragi basah, harganya merupakan yang paling murah tetapi takaran pemakainnya adalah yang paling banyak, kurang lebih 2  ½  kali dari instant dried yeast atau menurut resep perbandingan dari masing-masing pabrik roti.
n  Untuk active dried yeast, takaran pemakaiannya kira-kira 1 ½ kali dari instant dried yeast. Jenis ragi ini berwadah kalengan dengan berat 2 ½ Kg dan bentuknya berupa butiran-butiran lonjong.
n  Dan untuk instant dried, yang merupakan butiran paling halus diantara ketiga macam ragi di atas, adalah yang paling praktis karena berwadah bungkusan dengan berat ½ Kg.

Kemajuan usaha tentu saja tidak berlangsung dengan sendirinya. Hal ini tidak terlepas dari dukungan sumber daya manusia yang ada, yaitu dukungan yang dengan gigih menjaring pembeli dan penangan transaksi akumulasi yang ramai. Hal ini adalah merupakan kegiatan perusahaan sehari-hari. Ekspansi, responsive, komunikatif dan inovatif adalah sebagian syarat bagi tenaga pemasaran PT Indofermex.
Dengan bekal kerja keras, percaya diri dan syarat di atas, maka perusahaan memiliki ambisi dan motivasi untuk maju.


1 komentar: